Lumbung Pangan Jatim Dianggap Mampu Kontrol Inflasi

Rabu, 11 November 2020 - 12:48 WIB
Selanjutnya, Daging Ayam Ras berkontribusi 2,28% Garis Kemiskinan Desa dan 3,83% Garis Kemiskinan Kota. Mie Instan berkontribusi 2,16% Garis Kemiskinan Desa dan 2,40% Garis Kemiskinan Kota, serta berbagai komoditas strategis lain. “Semua komoditas tersebut dijual di Lumbung Pangan Jatim dengan harga di bawah harga pasar dan tentunya gratis ongkir, ini yang menjadi kontrol inflasi,” kata Tiat.(Baca juga: Politik Keluarga Pak Tjip Terbelah di Pilkada Surabaya, WS: Saya Tetap di Garis Partai )

Program Lumbung Pangan Jatim direncanakan akan berakhir bulan Desember, saat ini kata Tiat, pihaknya melakukan evaluasi kelanjutan program tersebut. “Kita masih evaluasi, dan menunggu arahan gubernur. Namun, kita akan memulai untuk menyiapkan sistem logistik daerah," ujarnya.

Ketua Pelaksana Lumbung Pangan Jatim, Mirza Muttaqien mengatakan, sejak dibuka hingga saat ini, total penjualan Lumbung Pangan Jatim telah mencatat angka Rp20,3 miliar. Dari jumlah itu, penjualan via daring Rp9,5 miliar, dan penjualan di outlet di Jatim Expo mencapai Rp10,7 miliar.

“Komoditas yang paling laku adalah gula pasir, minyak goreng, mie instan, telur, beras medium, beras premium, ayam frozen, bawang putih dan ikan fillet dori,” pungkas Mirza
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!