Lumbung Pangan Jatim Dianggap Mampu Kontrol Inflasi

Rabu, 11 November 2020 - 12:48 WIB
Lumbung Pangan Jatim yang ada di Jatim Expo Surabaya.Foto/dok
SURABAYA - Program Lumbung Pangan Jatim dianggap mampu menjadi kontrol inflasi daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, tingkat inflasi hingga Oktober 2020 sebesar 0,72%. Sedangkan tingkat inflasi dari tahun ke tahun 1,39%.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim, Tiat Sutiarti Suwardi mengatakan, Lumbung pangan Jatim telah menjangkau 38 kabupaten/kota dengan pusatnya berada di Kota Surabaya. Kota Surabaya dipilih sebagai pusat kegiatan Lumbung Pangan Jatim karena bobot inflasinya terbesar. (Baca juga: Ratusan Petani di Tuban Hadang Truk Pupuk, Ini Pemicunya )



“Stabilitas harga komoditas strategis harus dijaga karena komoditas strategis berkontribusi terhadap garis kemiskinan. Jika harga naik, maka garis kemiskinan naik dan berdampak pada naiknya masyarakat miskin," katanya, Rabu (11/11/2020).

Misalnya saja beras, komoditas ini berkontribusi 25,97% Garis Kemiskinan Desa dan 20,59% Garis Kemiskinan Kota. Kemudian, telur ayam ras berkontribusi 3,53% Garis Kemiskinan Desa dan 4,26% Garis Kemiskinan Kota, lalu Gula berkontribusi 2,89% Garis Kemiskinan Desa dan 2,06% Garis Kemiskinan Kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!