Bupati Muba DRA Yakini Masjid Raya Abdul Kadim Jadi Pusat Destinasi Religi Baru

Selasa, 10 November 2020 - 14:33 WIB
Dibagian depan Masjid tampak ornamen Broken Chair yang sama persis dengan yang di kantor PBB Jenewa Swiss yang didirikan pada tahun 1997 sebagai bentuk sebuah penolakan terhadap kekerasan bersenjata terhadap warga sipil.

Keberadaan ornamen Broken Chair di halaman depan Masjid H Abdul Kadim ini juga diceritakan M Zuli salah satu pengurus Yayasan Ar Rohim yang merupakan Yayasan Masjid H Abdul Kadim. Zuli menceritakan, keberadaan ornamen kursi patah tersebut merupakan keinginan pemilik masjid."Filosofi-nya kalau sedang duduk memimpin jangan lalai dengan agama dan ibadah," ujar Zuli.

Zuli menambahkan, ornamen Broken Chair atau kursi patah tersebut dibuat dari kayu Unglen yang dipesan langsung dari Pulau Jawa. "Jadi Broken Chair di dunia ini ada dua, satu di Swiss dan satunya lagi di Masjid H Abdul Kadim Desa Epil Muba," bebernya.

Sementara itu, Camat Lais Demon Eka Suza mengatakan, atas keinginan sang pemilik masjid H Abdul Kadim nantinya juga akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi. "Nanti akan disiapkan spot foto dan juga dipajang beberapa kendaraan kuno yang akan diletakan di halaman belakang masjid," ucap Demon.

Demon menambahkan, di Masjid H Abdul Kadim yang saat ini dikelola oleh Yayasan Ar Rohim ini juga nantinya setiap tahun akan mencetak 10 hafiz dan hafiza Alquran. "Sang pemilik ingin setiap tahun Masjid H Abdul Kadim bisa mencetak minimal 10 hafiz dan hafiza Quran," tandasnya
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!