Bupati Muba DRA Yakini Masjid Raya Abdul Kadim Jadi Pusat Destinasi Religi Baru

Selasa, 10 November 2020 - 14:33 WIB
loading...
Bupati Muba DRA Yakini...
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menghampiri Masjid Raya H Abdul Kadim yang berada di Desa Epil Dusun I Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (8/11/2020).
A A A
SEKAYU - Masih mengenakan kemeja batik berwarna kuning, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menghampiri Masjid Raya H Abdul Kadim yang berada di Desa Epil Dusun I Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (8/11/2020).

Belakangan ini, masjid yang dibangun oleh keluarga besar Prof Khadim yang merupakan putra asli Desa Epil ini menjadi masjid yang diperbincangkan oleh masyarakat. Betapa tidak, Masjid yang berdiri diatas lahan lahan seluas 5.625 meter persegi ini disebut-sebut menjadi masjid yang termegah dan mempunyai ornamen-ornamen unik. "Saya berkeyakinan Masjid Raya H Abdul Kadim ini akan menjadi pusat destinasi religi baru di Indonesia dan memberikan kontribusi positif untuk Kabupaten Muba," ungkap Mantan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumsel dua periode tersebut.

Mustasyar PWNU Sumsel ini juga mengatakan, Pemkab Muba siap mendukung dan turut andil memfasilitasi penunjang kebutuhan proses pembangunan Masjid Abdul Kadim tersebut. "Karena saat ini lahan parkir masih terbatas, kami mempersilakan para pengunjung masjid Abdul Kadim untuk parkir di halaman SD Negeri 1 Desa Epil yang berada tepat disamping Masjid Abdul Kadim," ulasnya.

Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini menambahkan, dengan keberadaan masjid Abdul Kadim ini tidak hanya diharapkan menjadi destinasi wisata religi baru tetapi juga menjadi andil meningkatkan ibadah masyarakat.

Arsitektur Bangunan Masjid Raya Abdul Kadim, Surya menceritakan pembangunan Masjid H Abdul Kadim ini dimulai pada April 2018 lalu yang mempekerjakan pegawai bangunan sebanyak 70 orang. "Sejumlah material dan ornamen ada yang didatangkan dari Pulau Jawa dan ada juga yang Impor dari Italia seperti marmer lantai dan dinding," ungkapnya.

Untuk konsep bangunan Masjid, lanjutnya tidak ada konsep secara khusus, hanya saja masjid yang memiliki Kuba diatas ketinggian 24 meter tersebut akan dibuat menjadi tempat senyaman mungkin agar khusyuk beribadah. "Sebenarnya pemilik Masjid tidak ada keinginan konsep khusus, kita juga di lapangan instan saja mendesain arsitektur bangunannya," kata Surya.

Dibagian depan Masjid tampak ornamen Broken Chair yang sama persis dengan yang di kantor PBB Jenewa Swiss yang didirikan pada tahun 1997 sebagai bentuk sebuah penolakan terhadap kekerasan bersenjata terhadap warga sipil.

Keberadaan ornamen Broken Chair di halaman depan Masjid H Abdul Kadim ini juga diceritakan M Zuli salah satu pengurus Yayasan Ar Rohim yang merupakan Yayasan Masjid H Abdul Kadim. Zuli menceritakan, keberadaan ornamen kursi patah tersebut merupakan keinginan pemilik masjid."Filosofi-nya kalau sedang duduk memimpin jangan lalai dengan agama dan ibadah," ujar Zuli.

Zuli menambahkan, ornamen Broken Chair atau kursi patah tersebut dibuat dari kayu Unglen yang dipesan langsung dari Pulau Jawa. "Jadi Broken Chair di dunia ini ada dua, satu di Swiss dan satunya lagi di Masjid H Abdul Kadim Desa Epil Muba," bebernya.

Sementara itu, Camat Lais Demon Eka Suza mengatakan, atas keinginan sang pemilik masjid H Abdul Kadim nantinya juga akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi. "Nanti akan disiapkan spot foto dan juga dipajang beberapa kendaraan kuno yang akan diletakan di halaman belakang masjid," ucap Demon.

Demon menambahkan, di Masjid H Abdul Kadim yang saat ini dikelola oleh Yayasan Ar Rohim ini juga nantinya setiap tahun akan mencetak 10 hafiz dan hafiza Alquran. "Sang pemilik ingin setiap tahun Masjid H Abdul Kadim bisa mencetak minimal 10 hafiz dan hafiza Quran," tandasnya
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKM Raudhatul Jannah:...
DKM Raudhatul Jannah: Bantuan Sapi dari MNC Peduli Sangat Membantu Warga
Iduladha 2026, MNC Peduli...
Iduladha 2026, MNC Peduli Salurkan Hewan Kurban ke Masjid Raudhatul Jannah
Ketum GP Ansor Canangkan...
Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
Kenang Peran Ulama NU,...
Kenang Peran Ulama NU, GP Ansor Gowes Bangkalan-Jombang di Harlah ke-92
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid di Bogor
Irjen Kemendes Bagikan...
Irjen Kemendes Bagikan Ribuan Sembako dan Cat untuk Renovasi Masjid di Jabar
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Berita Terkini
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved