Polisi Bekuk Jaringan Pengedar Narkoba, 1 Tewas Ditembak Satu Meninggal di Tahanan
Senin, 09 November 2020 - 20:12 WIB
Namun saat dihadang, pelaku nekat menabrak kendaraan petugas yang mengadang. Tidak mau kehilangan buruan, petugas melakukan pengejaran. Sopir yang membawa 20 sabu itu tidak mau berhenti. Petugas akhirnya menembak bagian samping mobil. Peluru menembus tubuh pelaku. Mobil pelaku akhirnya berhasil dihentikan.
Di dalam mobil tersebut ada dua orang yakni Hendra yang tertembak dan Syamsul Bahri. Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Simson di Kabupaten Pelalawan yang merupakan jaringan mereka. (Baca: Langgar Protokol Kesehatan, 80 ASN Permprov Banten Disanksi).
"Untuk Simson ini, dia mengaku sebagai anggota polisi, padahal bukan. Dia mengaku kepada jaringannya kalau sudah mengamankan semua aparat di jalur yang akan dilintasi. Mereka rencana membawa 20 sabu itu ke Kota Dumai," tukasnya.
Petugaspun melakukan pengembangan. Dari hasil pengakuan kedua pelaku yang masih hidup, narkoba itu dikendalikan oleh napi Syafrudin. "Saat akan kita kembangkan di Lapas Pekanbaru, napi kasus narkoba itu meninggal dunia. Dia muntah darah. Pihak Lapas mengatakan kalau Syafrudin ini sudah sakit lama," pungkasnya.
Di dalam mobil tersebut ada dua orang yakni Hendra yang tertembak dan Syamsul Bahri. Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Simson di Kabupaten Pelalawan yang merupakan jaringan mereka. (Baca: Langgar Protokol Kesehatan, 80 ASN Permprov Banten Disanksi).
"Untuk Simson ini, dia mengaku sebagai anggota polisi, padahal bukan. Dia mengaku kepada jaringannya kalau sudah mengamankan semua aparat di jalur yang akan dilintasi. Mereka rencana membawa 20 sabu itu ke Kota Dumai," tukasnya.
Petugaspun melakukan pengembangan. Dari hasil pengakuan kedua pelaku yang masih hidup, narkoba itu dikendalikan oleh napi Syafrudin. "Saat akan kita kembangkan di Lapas Pekanbaru, napi kasus narkoba itu meninggal dunia. Dia muntah darah. Pihak Lapas mengatakan kalau Syafrudin ini sudah sakit lama," pungkasnya.
(nag)