Baliho Akhyar-Salman Nempel di Area Masjid, Bawaslu: Ini Sebuah Pelanggaran

Kamis, 05 November 2020 - 21:56 WIB
"Warga jangan terpecah dengan politik identitas karena ini sangat tidak baik bagi demokrasi dan pilkada kita kali ini," ujarnya.

Menurut Indra, Pilkada Medan kali ini jelas berbeda dengan 2015 lalu atau Pilgub Sumut 2018. Sebab, kedua paslon beragama Islam. Dengan demikian, narasi-narasi politik identitas tidak bisa dikedepankan.

"Jadi narasi bahwa satu paslon kurang baik ke-Islamannya tidak bisa berlaku di Pilkada Medan 2020 ini. Intinya kedua paslon berkontestasi dengan baik saja, kedepankan program pembangunan yang bisa menyentuh masyarakat. Jangan menganggap dirinya lebih baik dalam keagamaan karena itu bisa memecah belah dan tidak baik dalam perkembangan demokrasi kita,"

Untuk itu, Indra Fauzan meminta penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu, bisa tegas dalam menangani berbagai kasus pelanggaran kampanye yang kerap terjadi saat ini.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!