Masjid Al Oesmani Medan, Simbol Keterbukaan Islam Pada Budaya Bangsa

Sabtu, 09 Mei 2020 - 05:00 WIB
Masjid Raya Al Oesmani merupakan masjid yang memiliki perpaduan arsitektur lima kebudayaan, mulai dari Timur Tengah, yang terlihat pada kubah persegi delapan, arsitektur India yang tampak pada ukiran tiang, arsitektur China yang terlihat pada setiap pintu masjid, Melayu dan juga Spanyol yang dilihat dari warna dan desain bangunannya.

Selain dapat melihat berbagai macam arsitektur budaya, di masjid yang memiliki tiga pintu utama berukuran besar ini, kita juga dapat melihat sebuah mimbar antik terbuat dari kayu ukir yang digunakan khatib untuk khotbah Jumat. Kondisnya masih terjaga dengan baik hingga sekarang.

Di belakang masjid terdapat sebuah bedug tua dan pertama di zaman Sultan Osman Perkasa Alam, yang masih kokoh. Namun karena perkembangan zaman bedug ini tak lagi digunakan dan disimpan. Adapun di areal depan dan samping kiri masjid, terdapat kompleks pemakaman keluarga Sultan Deli.

H Fachruni, Badan Kenaziran Masjid Al Oesmani mengatakan, meski sedang berada di tengah pandemi COVID-19, masyarakat tetap melaksanakan ibadah Ramadhan di masjid raya. Beberapa kegiatan yang tetap digelar adalah salat tarawih, tadarus membaca Alquran, berbuka puasa bersama, dan akan melaksanakan peringatan malam nuzulquran.

"Pada setiap Kamis dilaksanakan berbuka puasa dengan bubur pedas, yang sudah menjadi rutinitas di bulan suci Ramadhan, sekaligus melestarikan masakan tradisional yang menjadi santapan favorit Sultan di bulan puasa pada masanya," kata Fachruni.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!