Ragukan Hasil Survei, Pengamat: Erizal Peneliti atau Politisi
Rabu, 04 November 2020 - 13:21 WIB
Kedua, Erizal meragukan elektabilitas Mulyadi Ali Mukhni dan hanya memperkirakan dikisaran 30 persen. Sekali lagi, Erizal hanya menduga-duga saja, tanpa ada riset ilmiah untuk dikaji oleh Erizal sendiri.
"Ketiga, mengenai popularitas Nasrul Abit yang tinggi dan tidak sebanding dengan Elektabilitasnya yang rendah. Masyarakat lebih tahu dan merasakan apa yang telah dilakukan oleh Nasrul Abit sejauh ini selama menjadi Wagub Sumbar. Jadi wajar masyarakat tidak mau lagi menjadikan Nasrul Abit sebagai pemimpin mereka," ungkap Arifki. (Baca: Suami Tewas dalam Sel Tahanan Penuh Luka Memar, Istri Lapor LBH).
Langkah Erizal mempertanyakan hasil lembaga survei lembaga lain tak elok dalam politik. Melihat posisinya sebagai politisi seharusnya fokus saja agar kandidat yang diusung oleh partainya menang. "Biar soal survei dan analisis tentang politik di Sumatera Barat diserahkan kepada pihak yang tidak bagian dari pengurus parpol," tutup Arifki
"Ketiga, mengenai popularitas Nasrul Abit yang tinggi dan tidak sebanding dengan Elektabilitasnya yang rendah. Masyarakat lebih tahu dan merasakan apa yang telah dilakukan oleh Nasrul Abit sejauh ini selama menjadi Wagub Sumbar. Jadi wajar masyarakat tidak mau lagi menjadikan Nasrul Abit sebagai pemimpin mereka," ungkap Arifki. (Baca: Suami Tewas dalam Sel Tahanan Penuh Luka Memar, Istri Lapor LBH).
Langkah Erizal mempertanyakan hasil lembaga survei lembaga lain tak elok dalam politik. Melihat posisinya sebagai politisi seharusnya fokus saja agar kandidat yang diusung oleh partainya menang. "Biar soal survei dan analisis tentang politik di Sumatera Barat diserahkan kepada pihak yang tidak bagian dari pengurus parpol," tutup Arifki
(nag)
Lihat Juga :