Digerus Hujan, Turap Jembatan Penghubung Tuban-Bojonegoro Longsor
Rabu, 04 November 2020 - 08:57 WIB
Jembatan penghubung dua kabupaten yang dibangun sekitar tahun 1090-an ini diperparah dengan debit air Sungai Bengawan Solo yang terus naik. Sehingga tingginya permukaan air serta derasnya arus sungai juga ikut menggerus tanah di bawah pondasi jembatan.
“Warga berharap agar petugas segera melakukan tidakan yang terbaik. Sebab kondisi turap jembatan, sebelah kiri maupun sebelah kanan longsor dan sangat meresahkan warga sekitar. Retaknya sudah terjadi sejak 6 bulan lalu. Kami berharap segera diperbaiki sebelum semakin parah,” kata seorang warga, Anang.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban akan menutup jalur jembatan Glendeng, penghubung Tuban ke Bojonegoro. Khusus untuk kendaraan roda empat dialihkan ke jalur lainnya, sambil menunggu kajian yang dilakukan. Namun untuk kendaraan roda dua tetap dapat melintas di atas jembatan tersebut.
“Untuk sementara waktu dialihkan, sambil dilakukan penelitian terkait kekuatan jembatan,” kata Plt Disbub Tuban Gunadi.
“Warga berharap agar petugas segera melakukan tidakan yang terbaik. Sebab kondisi turap jembatan, sebelah kiri maupun sebelah kanan longsor dan sangat meresahkan warga sekitar. Retaknya sudah terjadi sejak 6 bulan lalu. Kami berharap segera diperbaiki sebelum semakin parah,” kata seorang warga, Anang.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban akan menutup jalur jembatan Glendeng, penghubung Tuban ke Bojonegoro. Khusus untuk kendaraan roda empat dialihkan ke jalur lainnya, sambil menunggu kajian yang dilakukan. Namun untuk kendaraan roda dua tetap dapat melintas di atas jembatan tersebut.
“Untuk sementara waktu dialihkan, sambil dilakukan penelitian terkait kekuatan jembatan,” kata Plt Disbub Tuban Gunadi.
(nth)
Lihat Juga :