30 Persen Belum Terserap, Stok Pupuk Jawa Timur Dipastikan Aman

Selasa, 03 November 2020 - 13:52 WIB
Foto dok/SINDOnews
SURABAYA - Meski kerap dikabarkan langka, stok pupuk subsidi di Jawa Timur (Jatim) dipastikan masih aman. Hal ini bila merujuk data realisasi serapan di lapangan.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, memang turun 400.000 ton. Tapi kalau berdasarkan data serapan baru terealisasi 68%. Artinya, masih ada sekitar 30% lebih stok pupuk," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jatim Hadi Sulistyo, Selasa (3/11/2020). (Baca juga: Pastikan Stok hingga Kios Pupuk Kaltim Komitmen Dukung Ketahanan Pangan )



Hadi menjelaskan, Jatim awalnya mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 1,3 juta ton. Kemudian mendapatkan tambahan lagi berdasarkan Permentan Nomor 10/2020 menjadi 2.267.827 ton. "Berikutnya karena kebutuhan di lapangan dirasa masih kurang, Pemprov Jatim mengajukan penambahan ke pemerintah pusat," imbuhnya.

Hasilnya, Jatim mendapatkan tambahan lagi. Sehingga alokasi totalnya menjadi 2.366.523 ton berdasarkan Permentan Nonor 27/2020. Jumlah tersebut setara 84,93% dibanding alokasi tahun lalu yang mencapai 2,7 juta ton."Adapun beberapa daerah di Jatim memang mengalami kekurangan pupuk saat ini. Namun hal tersebut terjadi bukan karena tidak diberikan pupuk oleh pemerintah, melainkan alokasinya sudah dihabiskan sebelum waktunya," urai Hadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!