Lewat Aplikasi Grab, Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 15:52 WIB
Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Tebing Kandang, Suhardi, meminta agar kepala desa yang terbelit kasus per selingkuh an segera mengundurkan diri. Atas kasus yang saat ini bergulir ditangan aparat, aktivitas layanan publik desa setempat terhenti.
Jika kondisi ini tidak disikapi dengan bijak dan tepat, Suhardi berkeyakinan akan mempengaruhi pembangunan yang ada di desanya. Peristiwa per selingkuh an ini merupakan cambuk karena dianggap tabu bagi masyarakat setempat.
"Ada denda adat yang harus tebus. Seperti apa bentuknya kita serahkan kepada sesepuh adat. Kami akan segera berkordinasi dengan sejumlah pihak agar roda pemerintahan desa tetap berjalan," tegas Suhardi.
(Baca juga: Jual 2 Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 4 Remaja Samarinda Dibekuk Polisi )
Terhentinya pelayanan publik ini dibenarkan oleh Sekertaris Desa Tebing Kandang, Reza Susita. Dirinya mengatakan, selain agenda pembangunan yang telah dijadwalkan, atas kasus per selingkuh an yang menjerat kepala desa, sejumlah pelayanan publik masyarakat terhenti.
"Kami masih ke kantor, tapi sejumlah pelayanan terhenti. Kami akan berkordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi kondisi ini," tutupnya.
Jika kondisi ini tidak disikapi dengan bijak dan tepat, Suhardi berkeyakinan akan mempengaruhi pembangunan yang ada di desanya. Peristiwa per selingkuh an ini merupakan cambuk karena dianggap tabu bagi masyarakat setempat.
"Ada denda adat yang harus tebus. Seperti apa bentuknya kita serahkan kepada sesepuh adat. Kami akan segera berkordinasi dengan sejumlah pihak agar roda pemerintahan desa tetap berjalan," tegas Suhardi.
(Baca juga: Jual 2 Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 4 Remaja Samarinda Dibekuk Polisi )
Terhentinya pelayanan publik ini dibenarkan oleh Sekertaris Desa Tebing Kandang, Reza Susita. Dirinya mengatakan, selain agenda pembangunan yang telah dijadwalkan, atas kasus per selingkuh an yang menjerat kepala desa, sejumlah pelayanan publik masyarakat terhenti.
"Kami masih ke kantor, tapi sejumlah pelayanan terhenti. Kami akan berkordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi kondisi ini," tutupnya.
(eyt)
Lihat Juga :