Ayah Bripda MF Tak Terima Anaknya Disebut Bunuh Diri
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:00 WIB
Dia menyebutkan, seharusnya Polda Sulsel ataupun Polres Selayar memberikan transparansi. Idris meminta pernyataan jika anaknya bunuh diri dibuktikan. “Saya minta diperlihatkan CCTV. Saya rasa ada ganjil dengan posisi senjata, itu bukan pistol tapi senapan tidak mudah bunuh diri pakai senapan. Saya saja mandikan itu lukanya (di dada) tembus. Tapi lebih besar robeknya di bagian depan, beberapa keluarga yang pernah pegang senjata bilang itu ditembak dari belakang bukan dari depan," tuturnya.
Dalih, keretakan rumah tangga, dipersoalkan Idris sebab selama ini hubungan anaknya dengan istrinya, Bripda MI adem ayem,"Bahkan waktu mau tugas lagi di Polres Selayar saya sama istri dan mamanya antar ke Selayar. Sekarang saya sama-sama di Gowa ada istrinya juga, tidak ada itu kalau mau cerai. Itu dugaan yang kurang baik. Saat istrinya masih shock," ungkap Idris.
Soal keluhan dua hari sebelum kematian pria berusia 26 tahun itu, kata Idris hanya keluhan biasa,"Memang ada keluhan dua hari sebelum kejadian. Tapi keluhan biasa, 'pak sakit kepalaku' saya bilang, minum obat lagi. Karena dokter praktek yang di Jalan Bawakaraeng Makassar itu bilang, kalau sakit minum lagi itu obat, kalau tidak jangan diminum," keluh Idris.
Menanggapi tudingan keluarga korban, Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mempersilakan kalau pihak keluarga keberatan atau menemukan keganjilan. (Baca Juga : Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Bripda MF)
“Jika keluarga menemukan keganjalan bisa dibuatkan laporan untuk diselidiki ulang. Intinya kalau orang tua komplain, kami terbuka. Kapan pun keluarganya mau buat laporan polisi, curiga bahwa ada pembunuhan atau meninggal tidak wajar, silakan melapor nanti kita otopsi. Bongkar kembali kuburannya. Dulu juga kami sudah koordinasi dengan Biddokkes Polda Sulsel untuk otopsi, tapi bapaknya menolak," ujarnya.
Dalih, keretakan rumah tangga, dipersoalkan Idris sebab selama ini hubungan anaknya dengan istrinya, Bripda MI adem ayem,"Bahkan waktu mau tugas lagi di Polres Selayar saya sama istri dan mamanya antar ke Selayar. Sekarang saya sama-sama di Gowa ada istrinya juga, tidak ada itu kalau mau cerai. Itu dugaan yang kurang baik. Saat istrinya masih shock," ungkap Idris.
Soal keluhan dua hari sebelum kematian pria berusia 26 tahun itu, kata Idris hanya keluhan biasa,"Memang ada keluhan dua hari sebelum kejadian. Tapi keluhan biasa, 'pak sakit kepalaku' saya bilang, minum obat lagi. Karena dokter praktek yang di Jalan Bawakaraeng Makassar itu bilang, kalau sakit minum lagi itu obat, kalau tidak jangan diminum," keluh Idris.
Menanggapi tudingan keluarga korban, Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mempersilakan kalau pihak keluarga keberatan atau menemukan keganjilan. (Baca Juga : Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Tewasnya Bripda MF)
“Jika keluarga menemukan keganjalan bisa dibuatkan laporan untuk diselidiki ulang. Intinya kalau orang tua komplain, kami terbuka. Kapan pun keluarganya mau buat laporan polisi, curiga bahwa ada pembunuhan atau meninggal tidak wajar, silakan melapor nanti kita otopsi. Bongkar kembali kuburannya. Dulu juga kami sudah koordinasi dengan Biddokkes Polda Sulsel untuk otopsi, tapi bapaknya menolak," ujarnya.
Lihat Juga :