Mulyadi-Ali Mukhni Siapkan Perizinan Berbasis Digital untuk Tekan Peluang Korupsi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:11 WIB
Mulyadi menyebut, mengurus perizinan tatap muka merupakan cara yang konvensional. Selain itu akan membuka peluang untuk melakukan tindakan yang tidak sesuia dengan UU dan itu sudah jadi rahasia umum. (Baca: Video Remaja Putri Adu Jotos di Tengah Jalan Hebohkan Mojokerto).

Teknologi saat ini, menurut Mulyadi harus dimanfaatkan untuk membangun birokrasi yang berkeadilan dan jauh dari korupsi. Sehingga akan dicapai sebuah birokrasi yang maju dan meninggalkan cara-cara lama.

"Kalau kita ingin maju, kita perbaiki sistem perizinan kita. Jangan sampai ada anggapan lagi tentang 'Izin Alun Kalua, Pitih Alah Abih'. Apalagi jika masih ada yang punya mental suap baik di birokrasi maupun yang mengajukan. Itu harus kita rubah," jelas Mulyadi. (Baca: Dua Pengedar Sabu di Gresik Kota Dibekuk Polisi).



Izin yang pasti tanpa ada peluang korupsi, menurut Mulyadi akan berbanding lurus dengan iklim investasi yang mau masuk ke Sumbar. Tentu investasi yang paham dan mengerti kearifan lokal Minangkabau. Tanpa merusak kultur, alam, dan mengutamakan kepentingan masyarakat Sumbar. "Kita mudahkan investasi, semua kuncinya adalah perizinan. Kita dorong agar mau menanamkan modal dengan memahami budaya kita sebagai masyarakat Minangkabau," tutupnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!