BKSDA Olah TKP Petani yang Diterkam Beruang Saat Menyadap Karet
Kamis, 07 Mei 2020 - 20:31 WIB
“Tapi kami sudah memberikan kontak kami kepada warga setempat, jika terlihat tanda-tanda apapun dari aktivitas terkonsentrasi ke satwa tersebut untuk dapat segera menghubungi kami," katanya.
Selain itu juga Ia mengatakan dari hasil pengecekan ke lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda aktivitas terkonsentrasi dari beruang tersebut. Puspito mengimbau kepada warga untuk waspada saat beraktivitas di kebun atau hutan karena memang keberadaan beruang tersebar di mana-mana.
"Beruang ini kan ada di mana saja. Bahkan sebagian besar wilayah kerja saya, mulai dari Muratara hingga Muaraenim itu adalah ibu kota beruang. Konflik paling tinggi di wilayah kerja kami adalah beruang, ” jelasnya.
Hingga saat ini pihaknya pun belum bisa menemui korban dikarenakan adanya wabah COVID-19. BKSDA lebih memilih untuk melakukan olah TKP terlebih dahulu.
"Dari pengalaman kami, setelah konflik beruang akan langsung pergi dan tidak akan menujukkan aktivitas terkonsentrasi di lokasi tersebut," tutupnya.
Selain itu juga Ia mengatakan dari hasil pengecekan ke lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda aktivitas terkonsentrasi dari beruang tersebut. Puspito mengimbau kepada warga untuk waspada saat beraktivitas di kebun atau hutan karena memang keberadaan beruang tersebar di mana-mana.
"Beruang ini kan ada di mana saja. Bahkan sebagian besar wilayah kerja saya, mulai dari Muratara hingga Muaraenim itu adalah ibu kota beruang. Konflik paling tinggi di wilayah kerja kami adalah beruang, ” jelasnya.
Hingga saat ini pihaknya pun belum bisa menemui korban dikarenakan adanya wabah COVID-19. BKSDA lebih memilih untuk melakukan olah TKP terlebih dahulu.
"Dari pengalaman kami, setelah konflik beruang akan langsung pergi dan tidak akan menujukkan aktivitas terkonsentrasi di lokasi tersebut," tutupnya.
(ihs)
Lihat Juga :