Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 11:53 WIB
"Jika terpilih jadi bupati, saya akan membuatkan RJPMD 2021 sampai dengan 2026 untuk penganggaran pesantren maupun madrasah diniyah sesuai dengan Undang-Undang Pesantren Nomor 8 tahun 2019 yang sudah disahkan oleh pemerintah pusat," tegas Dadang, Jumat (23/10/2020).
Dadang menjelaskan, bentuk perhatiannya kepada para guru ngaji, ustadz, termasuk ustadzah di Kabupaten Bandung salah satunya akan diwujudkan melalui pemberian insentif yang layak plus kepesertaan BPJS Kesehatan gratis dengan alokasi anggaran hingga Rp100 miliar per tahun.
"Insya Allah dengan anggaran Rp100 miliar itu, para ustadz dan ustadzah yang mencapai 16.300 orang di Kabupaten Bandung bisa mendapatkan insentif minimal Rp500.000 per bulan. Sekarang kan mereka hanya dapat Rp 50.000, sehingga kurang manusiawi insentif yang diberikan itu," kata Dadang Supriatna. (Baca: Kader Partai Pendukung Nia-Usman Ramai-ramai Berpaling Dukung Bedas )
Menurutnya, program tersebut sangat rasional dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Terlebih, pihaknya juga telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung.
"Kami telah hitung, anggarannya sangat mencukupi. Kami sangat prihatin ketika misalnya para ustadz ini sakit. Rata-rata mereka tidak punya BPJS. Apalagi insentifnya juga sangat kecil. Insya Allah kami akan tingkatkan menjadi Rp500.000 per bulan," tegasnya.
Dadang menjelaskan, bentuk perhatiannya kepada para guru ngaji, ustadz, termasuk ustadzah di Kabupaten Bandung salah satunya akan diwujudkan melalui pemberian insentif yang layak plus kepesertaan BPJS Kesehatan gratis dengan alokasi anggaran hingga Rp100 miliar per tahun.
"Insya Allah dengan anggaran Rp100 miliar itu, para ustadz dan ustadzah yang mencapai 16.300 orang di Kabupaten Bandung bisa mendapatkan insentif minimal Rp500.000 per bulan. Sekarang kan mereka hanya dapat Rp 50.000, sehingga kurang manusiawi insentif yang diberikan itu," kata Dadang Supriatna. (Baca: Kader Partai Pendukung Nia-Usman Ramai-ramai Berpaling Dukung Bedas )
Menurutnya, program tersebut sangat rasional dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Terlebih, pihaknya juga telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung.
"Kami telah hitung, anggarannya sangat mencukupi. Kami sangat prihatin ketika misalnya para ustadz ini sakit. Rata-rata mereka tidak punya BPJS. Apalagi insentifnya juga sangat kecil. Insya Allah kami akan tingkatkan menjadi Rp500.000 per bulan," tegasnya.
Lihat Juga :