Pupuk Bersubsidi Sempat Hilang, Petani Terpaksa Beli Pupuk Nonsubsidi

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 10:24 WIB
"Bayangkan 1 ton (pupuk urea non subsidi) ini Rp7 juta. Belum lagi jenis pupuk lain, yang juga harganya berbeda jauh dengan pupuk subsidi. Pertanyaannya, harus semahal itukah modal petani untuk menanam padi? Nggak sebanding dengan harga gabah yang murah," tuturnya.

Adapun harga pupuk nonsubsidi lain, seperti jenis Ponska petani harus membelinya seharga Rp 600.000/kuintal, yang sebelumnya Rp250.000 untuk yang subsidi. (Baca juga: Disiplin, Sukasari Jadi Satu-satunya Wilayah di Purwakarta yang Nol COVID-19)

Begitu juga jenis TS, yang sebelumnya hanya Rp250.000/kuintal kini dengan jenis nonsubsidi harus dibeli petani seharga Rp320.000/kuintal. (Baca juga: Pesanan 20 Excavator Pindad Selesai, PUPR Segera Hibahkan ke Daerah)

Kondisi serupa juga dikeluhkan petani lain di Kecamatan Plered. Karena dipusingkan dengan menghilangnya pupuk subsidi, para petani curiga jika ada penimbunan pupuk subsidi di sejumlah pedagang.

"Kalau benar ditimbun berarti terjadi sebuah kezaliman. Petani lagi menelesuri, lagi cari tahu dan cari bukti. Mudah-mudahan tidak seperti yang dicurigai," ujar Endih (62) petani lainnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!