Paslon MAJU Menjawab Kegamangan Pengusaha Kota Surabaya

Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:09 WIB
Dia menanyakan bagaimana cara paslon Maju menyinergikan digitalisasi ekonomi yang saat ini berkembang pesat dengan masyarakat. Tak hanya itu, Charlie juga menambahkan bagaimana cara agar paslon MAJU menarik investasi asing masuk ke Kota Surabaya.

Terakhir, pertanyaan datang dari Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Jawa Timur, Romzy Abdullah Abdat. Romzy menanyakan bagaimana cara paslon MAJU membantu ketersediaan bahan baku perusahaan yang ada di Surabaya.

Sebab, selama ini perusahaan merasa kesulitan mengimpor bahan baku yang tidak tersedia di Indonesia. Apalagi ditambah dengan kondisi saat ini di tengah pandemi. Untuk itu diperlukan bantuan koordinasi dari Pemerintah Kota kepada kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Cak Machfud menegaskan akan bermitra dengan Kadin untuk menggerakkan perekonomian Kota Surabaya. Kadin merupakan elemen penting dalam menggerakkan perekonomian di Kota Surabaya. "Pemkot Surabaya harus bermitra dengan Kadin. Tetapi Pemkot Surabaya bukan bagian daripada Kadin. Kita hanya sebagai mitra kerja," tuturnya.

Selain itu, ekonomi digital juga akan dikembangkan. Menurutnya, sudah seharusnya Kota Surabaya menerapkan hal tersebut. Praktik digital ekonomi juga telah banyak dilakukan di kota-kota lain. Di Malang, misalnya, warga dapat membeli sayur mayur hanya dengan menggunakan telepon genggam. Dia menambahkan pasar di Kota Surabaya harus direvitalisasi agar memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.

Tak ketinggalan, pemerintah kota juga akan hadir untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pedagang agar mengikuti perkembangan zaman dengan menjajakan dagangannya melalui platform teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!