Candi atau Patirtan, Situs Gedog Blitar Masih Misteri
Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:10 WIB
"Data (ekskavasi kedua) sudah kita anggap maksimal. Jadi tidak akan ada temuan baru lagi," kata Nugroho. Selain konstruksi bata kuno, dalam ekskavasi lanjutan tersebut, tim juga menemukan fragmen bagian arca yang tidak lagi sempurna. Fragmen tersebut berupa stela atau sandaran arca yang biasanya berada di dekat kepala. Di sana terdapat atribut sirah cakra dengan bagian atas berupa ukiran agni atau api yang berpadu lingkaran atau braja di bawahnya.
"Sirah cakra mencirikan atribut Hari Hara. Perpaduan Syiwa-Wisnu," terang Nugroho. Adanya sirah cakra memberi gambaran lebih jelas tentang siapa dewa sesembahan. Dalam sirah cakra terdapat unsur penokohan yang sekaligus pusat penyembahan.
Menurut Nugroho, sekte pemujaan Dewa Syiwa dan Dewa Wisnu sekaligus banyak dijumpai di era Kerajaan Singasari. Adanya ciri Singasari juga kental terlihat pada ukiran sirah cakra yang halus dan detil.
"Menunjukkan sebuah langgam yang umumnya ditemukan pada masa Singasari," tambah Nugroho. Kecuali yoni, dan beberapa bongkahan batu berelief Kala dan Makara, hasil temuan ekskavasi Tim BPCP Trowulan Mojokerto ditempatkan di dalam kotak kaca yang bersekat dan terkunci.
Selain stela, juga batu bata kuno, fragmen relief batu putih, serta pecahan gerabah. Setiap hari ada 5 orang warga setempat yang menjaganya.
"Sirah cakra mencirikan atribut Hari Hara. Perpaduan Syiwa-Wisnu," terang Nugroho. Adanya sirah cakra memberi gambaran lebih jelas tentang siapa dewa sesembahan. Dalam sirah cakra terdapat unsur penokohan yang sekaligus pusat penyembahan.
Menurut Nugroho, sekte pemujaan Dewa Syiwa dan Dewa Wisnu sekaligus banyak dijumpai di era Kerajaan Singasari. Adanya ciri Singasari juga kental terlihat pada ukiran sirah cakra yang halus dan detil.
"Menunjukkan sebuah langgam yang umumnya ditemukan pada masa Singasari," tambah Nugroho. Kecuali yoni, dan beberapa bongkahan batu berelief Kala dan Makara, hasil temuan ekskavasi Tim BPCP Trowulan Mojokerto ditempatkan di dalam kotak kaca yang bersekat dan terkunci.
Selain stela, juga batu bata kuno, fragmen relief batu putih, serta pecahan gerabah. Setiap hari ada 5 orang warga setempat yang menjaganya.
Lihat Juga :