Candi atau Patirtan, Situs Gedog Blitar Masih Misteri
Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:10 WIB
Menurut Nugroho, hasil ekskavasi lanjutan itu belum ada 25%. Sebab sisi terluar kawasan Situs Gedog hingga kini juga belum diketahui. "Prosentasenya masih kecil. Belum ada 25 persen," kata Nugroho. Ekskavasi rencananya berlanjut tahun depan. BPCB Trowulan Mojokerto telah mengajukan sharing anggaran ekskavasi kepada Pemerintah Kota Blitar. Dengan adanya sharing anggaran, kata Nugroho, diharapkan alokasi waktu ekskavasi akan semakin panjang.
Begitu juga dengan capaian temuan, yakni volume akan semakin banyak. "Persentase bangunan yang ditemukan semakin tinggi. Tahun depan diupayakan terbuka semua," pungkas Nugroho.
Seperti diketahui, Situs Gedog, Kota Blitar juga disinggung dalam catatan History of Java Thomas Stamford Raffles. Dalam catatannya, Raffles menyebut struktur Candi Gedog terdiri dari batu bata. Gubernur Jendral Inggris di masa kolonial itu menyatakan takjub. "Disini juga ditemukan benda benda kuno. Di antara kota yang telah ditinggalkan itu, dengan dinding dinding dan alas dari batu, yang menarik untuk dicatat," tulisnya dalam History of Java, halaman 382.
Begitu juga dengan capaian temuan, yakni volume akan semakin banyak. "Persentase bangunan yang ditemukan semakin tinggi. Tahun depan diupayakan terbuka semua," pungkas Nugroho.
Seperti diketahui, Situs Gedog, Kota Blitar juga disinggung dalam catatan History of Java Thomas Stamford Raffles. Dalam catatannya, Raffles menyebut struktur Candi Gedog terdiri dari batu bata. Gubernur Jendral Inggris di masa kolonial itu menyatakan takjub. "Disini juga ditemukan benda benda kuno. Di antara kota yang telah ditinggalkan itu, dengan dinding dinding dan alas dari batu, yang menarik untuk dicatat," tulisnya dalam History of Java, halaman 382.
(shf)
Lihat Juga :