La Nina di Jateng, Waspadai Klaster Pengungsian Bencana
Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:22 WIB
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng ini mengatakan, melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setidaknya ada 7 daerah yang berpotensi terjadi banjir yakni Solo Raya, Pati, Purworejo, Cilacap, Demak, Kudus, dan Jepara. (BACA JUGA: Debat Cawapres AS: Harris dan Pence Saling Serang soal Penanganan Covid-19)
Untuk lokasi yang rawan longsor ada di 29 kabupaten yang tersebar di 320 kecamatan dan 2.136 desa. Jumlah KK yang tinggal di lokasi tersebut 642.019.
Itu belum termasuk ancaman tsunami (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri), gempa bumi dan gunung berapi. Gas beracun di Wonosobo, Banjarnegara, Batang, Pekalongan. Jadi hampir semua wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi bencana.
“Pemetaan bencana harus lebih detil. Pemasangan early warning system, dan alatnya juga di cek. Apakah masih fungsi atau tidak,” ungkapnya.
Sesuai prediksi, awal musim hujan tak akan terjadi bersamaan di 35 kabupaten/kota di Jateng. Penghujan akan dimulai pada dasarian Oktober (10 hari pertama Oktober) untuk wilayah selatan Jateng, Seperti Cilacap dan Kebumen. Beberapa wilayah lain baru akan mengalami hujan pada November.
Untuk lokasi yang rawan longsor ada di 29 kabupaten yang tersebar di 320 kecamatan dan 2.136 desa. Jumlah KK yang tinggal di lokasi tersebut 642.019.
Itu belum termasuk ancaman tsunami (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri), gempa bumi dan gunung berapi. Gas beracun di Wonosobo, Banjarnegara, Batang, Pekalongan. Jadi hampir semua wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi bencana.
“Pemetaan bencana harus lebih detil. Pemasangan early warning system, dan alatnya juga di cek. Apakah masih fungsi atau tidak,” ungkapnya.
Sesuai prediksi, awal musim hujan tak akan terjadi bersamaan di 35 kabupaten/kota di Jateng. Penghujan akan dimulai pada dasarian Oktober (10 hari pertama Oktober) untuk wilayah selatan Jateng, Seperti Cilacap dan Kebumen. Beberapa wilayah lain baru akan mengalami hujan pada November.
(vit)
Lihat Juga :