La Nina di Jateng, Waspadai Klaster Pengungsian Bencana

Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:22 WIB
loading...
La Nina di Jateng, Waspadai...
Sebagian wilayah di Jawa Tengah telah memasuki musim penghujan. Kalangan DPRD Jateng mengingatkan agar dilakukan pemetaan bencana sekaligus pemetaan titik-titik pengungsian. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
SEMARANG - Sebagian wilayah di Jawa Tengah telah memasuki musim penghujan . Kalangan DPRD Jateng mengingatkan agar dilakukan pemetaan bencana sekaligus pemetaan titik-titik pengungsian.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto menekankan mesti ada penambahan titik pengungsian di semua daerah. Terutama daerah yang memiliki potensi bencana tinggi.

Bencana yang disebabkan curah hujan tinggi biasanya banjir dan tanah longsor. Alasan penambahan titik pengungsian adalah untuk mencegah penularan COVID-19 saat terjadi bencana alam. (BACA JUGA: Direktur Televisi Swasta Tewas Setelah Alami Kecelakaan Tunggal)

Terlebih lagi, kata dia, BMKG memprediksi Jawa Tengah termasuk wilayah yang terkena anomali iklim La Nina. La Nina diketahui membawa efek peningkatan curah hujan pada wilayah yang dilalui. Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan maupun akibat La Nina berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Jika terjadi bencana dan banyak pengungsi yang berada di satu titik maka akan rawan terjadi penularan COVID-19. Bisa menjadi klaster pengungsian. Maka, segera dilakukan pencegahan dengan melakukan pemetaan wilayah pengungsian. Protokol kesehatan mesti tetap dijalankan di pengungsian,” kata Yudi, Kamis (8/10/2020).

Sesuai data BPBD Jawa Tengah, banjir rawan terjadi di 32 kabupaten/kota atau 91,42% wilayah Jateng. Jumlah kecamatan yang rawan banjir ada 295 dan tersebar di 1.674 desa. Di lokasi itu ada 743.264 KK.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng ini mengatakan, melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setidaknya ada 7 daerah yang berpotensi terjadi banjir yakni Solo Raya, Pati, Purworejo, Cilacap, Demak, Kudus, dan Jepara.(BACA JUGA: Debat Cawapres AS: Harris dan Pence Saling Serang soal Penanganan Covid-19)

Untuk lokasi yang rawan longsor ada di 29 kabupaten yang tersebar di 320 kecamatan dan 2.136 desa. Jumlah KK yang tinggal di lokasi tersebut 642.019.

Itu belum termasuk ancaman tsunami (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri), gempa bumi dan gunung berapi. Gas beracun di Wonosobo, Banjarnegara, Batang, Pekalongan. Jadi hampir semua wilayah di Jawa Tengah memiliki potensi bencana.

“Pemetaan bencana harus lebih detil. Pemasangan early warning system, dan alatnya juga di cek. Apakah masih fungsi atau tidak,” ungkapnya.

Sesuai prediksi, awal musim hujan tak akan terjadi bersamaan di 35 kabupaten/kota di Jateng. Penghujan akan dimulai pada dasarian Oktober (10 hari pertama Oktober) untuk wilayah selatan Jateng, Seperti Cilacap dan Kebumen. Beberapa wilayah lain baru akan mengalami hujan pada November.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
Rekomendasi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved