Bupati Bulukumba Sambangi Warga Kurang Mampu di Kampung Nipa
Rabu, 07 Oktober 2020 - 16:27 WIB
Karena faktor usia, indra penglihatan dua saudara ini sudah kabur, bahkan Sitti Zaenab sudah tidak mampu berjalan. Untuk memenuhi makan minum orang tua umur 90 tahun lebih ini, setiap harinya disiapkan oleh tetangganya.
Tidak jauh dari rumah Zaenab, Bupati bersama rombongan bergerak menuju rumah Tepu, 64 tahun. Tepu sudah mengalami sakit infeksi tulang sejak umur 15 tahun. Tepu sudah 50 tahun lebih tidak bisa berjalan normal. Kedua tulang kakinya kaku dan mengeras. Jika disentuh seperti batang kayu.
Tepu mengaku, di awal sakitnya dan masih bisa duduk, ia masih bisa berjualan es. Namun, setelah sakitnya tambah parah, dia hanya mampu berbaring saja. Tepu tinggal bersama ibunya, Jumanna. Ia dirawat oleh iparnya, Saiya.
Baca juga: Warga Kampung Candiko Bantaeng Diajak Makmurkan Masjid
Di rumah Tepu, Bupati menyerahkan bahan pokok dan kasur beserta bantal. Bupati meminta alas tidur Tepu diganti dengan yang baru agar merasa lebih nyaman.
Selanjutnya rumah ketiga yang dikunjungi untuk diserahkan bahan pokok adalah rumah Sarimadan, nenek berusia lebih dari 100 tahun. Tubuh nenek ini masih tampak sehat, rambut belum banyak beruban. Namun karena faktor usia, dia sudah tidak mampu berjalan dan hanya terbaring saja.
Tidak jauh dari rumah Zaenab, Bupati bersama rombongan bergerak menuju rumah Tepu, 64 tahun. Tepu sudah mengalami sakit infeksi tulang sejak umur 15 tahun. Tepu sudah 50 tahun lebih tidak bisa berjalan normal. Kedua tulang kakinya kaku dan mengeras. Jika disentuh seperti batang kayu.
Tepu mengaku, di awal sakitnya dan masih bisa duduk, ia masih bisa berjualan es. Namun, setelah sakitnya tambah parah, dia hanya mampu berbaring saja. Tepu tinggal bersama ibunya, Jumanna. Ia dirawat oleh iparnya, Saiya.
Baca juga: Warga Kampung Candiko Bantaeng Diajak Makmurkan Masjid
Di rumah Tepu, Bupati menyerahkan bahan pokok dan kasur beserta bantal. Bupati meminta alas tidur Tepu diganti dengan yang baru agar merasa lebih nyaman.
Selanjutnya rumah ketiga yang dikunjungi untuk diserahkan bahan pokok adalah rumah Sarimadan, nenek berusia lebih dari 100 tahun. Tubuh nenek ini masih tampak sehat, rambut belum banyak beruban. Namun karena faktor usia, dia sudah tidak mampu berjalan dan hanya terbaring saja.
Lihat Juga :