Cupu Kyai Panjala Dipercaya Jadi Ramalan Situasi Negara Termasuk soal Pilkada

Senin, 05 Oktober 2020 - 23:08 WIB
Dijelaskannya, setiap tahun berbeda- beda simbol dalam kain yang dianggap keramat tersebut. Saat terjadi letusan Gunung Kelud beberapa tahun lalu misalnya, juga ditunjukkan dengan kain pembungkus. Di antaranya adalah banyaknya pasir dari sisi timur utara dan selatan di kain kafan. "Waktu itu memang ditemukan banyak pasir di kain kafan," ucap tokoh yang juga terlibat dalam pembukaan cupu ini.

Dari catatan sejarah, jumlah cupu awalnya lima buah. Di antaranya Semar Kinandu, Kalang Kinantang, Klobot, Bagor dan Kenthiwiri. Hanya saja, tidak diketahui pasti penyebabnya Klobot dan Bagor tiba-tiba hilang tak diketahui rimbanya.(Baca juga : Indehoy di Kamar dengan Istri Orang, Oknum Guru Digerebek Warga )

Menurut cerita, asal mulanya cupu sekitar 500 tahun silam. Kisah ini berawal dari seorang anak nelayan yang pergi meninggalkan rumah karena lapar dan dipukul ibunya yang jengkel. Anak nelayan itu meninggalkan rumah menuju pinggir pantai untuk menjala ikan namun mendapatkan lima buah cupu.

Kemudian cupu itu dibawa pulang dan hingga saat ini disimpan di rumah ahli waris di rumah Dwijo Sumarto di Dusun Mendak Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang. Dwijo Sumarto merupakan keturunan ke enam ahli waris yang masih melestarikan upacara tradisi budaya Cupu Panjala.

"Nanti pralambang akan muncul dari kain yang mengeluarkan bercak. Dari bercak ini banyak yang mengaitkan dengan kemungkinan kejadian, termasuk politik pilkada karena tahun ini bertepatan tahun politik pilkada serentak. Pembukaan seperti biasa dimulai pukul 01.00 WIB," tegasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!