Waduh, Kapasitas RS Rujukan COVID-19 di Jabar Nyaris Tembus Ambang Batas

Senin, 05 Oktober 2020 - 14:59 WIB
"Di minggu lalu, yang kita laporkan hari ini, untuk epidemiologi terjadi penurunan kasus 28 persen dari minggu-minggu sebelumnya. Kasus naik turun, tapi dibanding dua minggu lalu dan minggu lalu, ada penurunan 28 persen," sebutnya.

Kang Emil juga menyebutkan, dari sekitar 5.300 desa dan kelurahan di Jabar, terdapat 10 desa dan kelurahan masuk kategori paling berisiko tinggi dimana 8 desa dan kelurahan di antaranya berada di Kota Depok. "Besok saya ngantor lagi di Depok untuk membantu pengendalian kasus COVID-19 di Bodebek, mengawasi Bogor, Bekasi, Depok, dan lain-lain," imbuhnya.

Kang Emil menambahkan, berdasarkan tingkat kerawanan wilayah, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon kini masuk zona oranye atau berisiko sedang setelah dua pekan sebelumnya masuk zona merah atau berisiko tinggi. "Zona merah kini bergeser ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Ada lima zona merah yang harus diwaspadai," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi kini berubah menjadi zona merah setelah terjadi lonjakan kasus di tiga wilayah tersebut. "Risiko penularan tertinggi masih berada di wilayah Bodebek. Selain itu, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung karena pergerakan orang di wilayah ini cukup tinggi," katanya.

"Jadi, (dari 27 kabupaten/kota di Jabar), saat ini ada lima zona merah dan 13 zona oranye, sedangkan sisanya zona kuning," sebut Setiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!