Ceruk Pasar Perbankan Syariah di Jatim Masih Potensial

Senin, 05 Oktober 2020 - 14:14 WIB
Perbankan syariah, kata dia, cenderung memberikan bagi hasil yang lebih tinggi untuk komponen tabungan. Ini menunjukan kebijakan perbankan syariah dalam meningkatkan penghimpunan dana murah agar dapat mengurangi biaya operasional.

“Sementara bank umum konvensional memberikan suku bunga yang lebih tinggi pada deposito dan giro untuk mendorong penghimpunan dana dengan nominal yang lebih besar,” tandasnya.

(Baca juga: Videonya Viral, Propam Polda Jatim Dalami Acara Polisi Dangdutan )

Dari sisi kinerja kredit perbankan Jatim pada triwulan II 2020 terealisasi Rp561,57 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 93,66% merupakan pangsa kredit bank umum konvensional. Lalu 6,34% merupakan bank umum syariah. Adapun kredit bank umum konvensional tumbuh 1,59% (yoy) pada triwulan II 2020, dan bank umum syariah tumbuh 10,30%(yoy).

Baik bank konvensional maupun syariah di masa pandemi itu mengalami perlambatan, terutama dari sisi kredit modal kerja. Meski begitu,tren pangsa kredit perbankan syariah Jatim ini terus tumbuh. Dari 2018 yang mangsanya hanya 5,42% dari total kredit perbankan Jatim, lalu meningkat menjadi6,06% pada 2019. “Kini sudah di posisi 6,34%,” pungkas Harmanta.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!