Pelonggaran Aktivitas Dinilai Memicu Kenaikan Kasus COVID-19

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 09:09 WIB
Pelonggaran aktivitas warga di sejumlah daerah memicu terjadinya kenaikan penularan kasus COVID-19. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide
JAKARTA - Pelonggaran aktivitas warga dinilai menjadi pemicu, kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia yang masih terus bertambah setiap harinya. Hingga 2 Oktober 2029 total secara nasional menjadi 295.499.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat memberikan pengaruh dalam pemyebaran COVID-19 .



Baca Juga: Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Jabar Tinggi, Epidemiolog: Ibarat Bom Waktu

“Adapun pelonggaran aktivitas masyarakat memang itu berpengaruh dalam kecapatan penyebaran,” ujar Dicky ketika dihubungi, Sabtu (3/10/2020).

Di masa adanya pelonggaran ini menurut Dicky diperlukan kesadaran masyarakat sendiri agar merubah pola dan perilaku terhadap protokol kesehatan. Namun demikian, lanjut Dicky, dibutuhkan sosok penting baik kepala daerah ataupun tokoh lainnya yang dapat memberikan contoh tersebut.

“Karena harus diberikan contoh oleh kepala daerahnya. Ini yang tidak cukup imbauan memakai masker tidak berkerumun. Kemudian juga yaitu sangat diminimalisir kerumuman harus benar-benar jelas argumentasi dan batasannya,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!