Kapolres dan Pjs Bupati Keeerom Rapat Bahas Kondusivitas hingga Malam Hari
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 23:13 WIB
Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono menggelar pertemuan bersama Forkompimda Kabupaten Keerom di Aula Mapolres Keerom, Jumat (2/10) sore hingga malam. (Foto/Ist)
KEEROM - Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono menggelar pertemuan bersama Forkompimda Kabupaten Keerom di Aula Mapolres Keerom, Jumat (2/10) sore hingga malam.
Rapat yang juga dihadiri Direktur Intelkam Polda Papua Kombes Pol Guntur Agung S bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom Ridwan Rumasukun, di dampingi Sekda Keerom Blasiswa Waluyo Sejati, Sekretaris BKD Keerom Lambert Fonataba dan Ketua DRRD Keerom Bambang Mujiono.
Rapat membahas semua persoalan dan penyelesaian pasca-demo ricuh yang berujung pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kamis malam. (BACA JUGA: Mengenang Amir Hamzah, Tokoh Pujangga Baru yang Ditangkap dan Dihabisi Pasukan Pesindo)
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom Ridwan Rumasukun dalam kesempatan tersebut menjelaskan soal penerimaan CPNS formasi 2018 sebagaimana kouta 80 persen orang asli Papua (OAP) Keerom dan 20 persen untuk warga pendatang, yang didalam formasi itu ternyata ada kouta yang tidak dilamar oleh OAP Keerom.
Rapat yang juga dihadiri Direktur Intelkam Polda Papua Kombes Pol Guntur Agung S bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom Ridwan Rumasukun, di dampingi Sekda Keerom Blasiswa Waluyo Sejati, Sekretaris BKD Keerom Lambert Fonataba dan Ketua DRRD Keerom Bambang Mujiono.
Rapat membahas semua persoalan dan penyelesaian pasca-demo ricuh yang berujung pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kamis malam. (BACA JUGA: Mengenang Amir Hamzah, Tokoh Pujangga Baru yang Ditangkap dan Dihabisi Pasukan Pesindo)
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom Ridwan Rumasukun dalam kesempatan tersebut menjelaskan soal penerimaan CPNS formasi 2018 sebagaimana kouta 80 persen orang asli Papua (OAP) Keerom dan 20 persen untuk warga pendatang, yang didalam formasi itu ternyata ada kouta yang tidak dilamar oleh OAP Keerom.
Lihat Juga :