Khawatir Ditambang dengan Alat Berat, Warga Minggir Jaga Bantaran Sungai Progo
Jum'at, 25 September 2020 - 17:01 WIB
Selama ini warga tidak pernah mendukung dan sosialiasi adanya penambangan pasir di lokasi tersebut tidak pernah jelas. Namun,izin penambangan sudah turun sehingga ini dipertanyakan warga.
"Saya belum pernah mendapat sosialisasi, padahal tanah saya paling dekat dengan lokasi. Tiba-tiba saya dapat undangan dari dukuh tentang pembentukan panitia penambangan alat berat. Kami (warga) mempertanyakan izin yang dipegang oleh perusahaan itu,” katanya.
Warga lainya, Sukardi (43) menambahkan, selain alasan kerusakan lingkungan, alasan penolakan warga, adanya penambangan pasir dengan alat berat dapat mengganggu perekonomian masyarakat setempat.
"Perusahaan itu sebelumnya juga menambang di utara dusun kami. Janjinya hanya pasir yang akan dibawa batunya ditinggal untuk pelindung tanah tepi sungai, tapi kenyataanya semua dibawa. Kita tidak ingin seperti itu," terangnya.
Sungai itu juga merupakan mata pencaharian warga. Sebab mereka bekerja sebagai petani hanya bisa dilakukan satu tahun sekali saat musin penghujan, selebihnya mencari pasir di sungai.
"Saya belum pernah mendapat sosialisasi, padahal tanah saya paling dekat dengan lokasi. Tiba-tiba saya dapat undangan dari dukuh tentang pembentukan panitia penambangan alat berat. Kami (warga) mempertanyakan izin yang dipegang oleh perusahaan itu,” katanya.
Warga lainya, Sukardi (43) menambahkan, selain alasan kerusakan lingkungan, alasan penolakan warga, adanya penambangan pasir dengan alat berat dapat mengganggu perekonomian masyarakat setempat.
"Perusahaan itu sebelumnya juga menambang di utara dusun kami. Janjinya hanya pasir yang akan dibawa batunya ditinggal untuk pelindung tanah tepi sungai, tapi kenyataanya semua dibawa. Kita tidak ingin seperti itu," terangnya.
Sungai itu juga merupakan mata pencaharian warga. Sebab mereka bekerja sebagai petani hanya bisa dilakukan satu tahun sekali saat musin penghujan, selebihnya mencari pasir di sungai.
Lihat Juga :