Satgas COVID-19 Teluk Bintuni Tekan Pandemi COVID-19
Kamis, 24 September 2020 - 20:37 WIB
Pemerintah dan jajaran satgas pun melakukan tracing yang menyeluruh. Bahkan 20% uji massal telah dilakukan oleh pemerintah dan satgas COVID-19 di Teluk Bintuni. Langkah ini sebagai upaya pelacakan serta pengobatan sesuai anjuran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Prosentasenya sekitar 15%-20%, tes massal yang dilakukan satgas kabupaten, kami dari Puskesmas Bintuni per hari bisa 50-70 sampel yang kami setorkan ke LAB RSUD. Awalnya kami mengirim ke Balitbangkes di Makassar, tapi saat ini sudah ada pengadaan alat PCR, sangat membantu dalam upaya diagnosis kami. Dalam hal pemutusan penularan COVID-19,” kata dr Bona.
Selanjutnya tracing dan uji yang dilakukan oleh tiap puskesmas yang ada di Teluk Bintuni, jumlahnya bervariasi. Upaya ini dilakukan dengan melihat jumlah penduduk serta mobilisasi dan kepadatan dari puskesmas yang melayani.
Pemda Teluk Bintuni pada awal pandemi COVID-19 termasuk salah satu dari daerah yang tak gagap dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan serta tindakan-tindakan taktis dalam memutus angka COVID-19.
Alat uji serta laboratorium uji sampel PCR pun didatangkan sebagai untuk memudahkan dan mempercepat uji sampel yang masuk. Misalnya, Kampung Masina yang terletak di seberang Kota Bintuni memang dipersiapkan sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG dan ruang isolasi. Tempat ini dilengkapi dengan ventilator. Juga dipersiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni untuk perawatan pasien positif dengan gejala sedang dan berat.
“Prosentasenya sekitar 15%-20%, tes massal yang dilakukan satgas kabupaten, kami dari Puskesmas Bintuni per hari bisa 50-70 sampel yang kami setorkan ke LAB RSUD. Awalnya kami mengirim ke Balitbangkes di Makassar, tapi saat ini sudah ada pengadaan alat PCR, sangat membantu dalam upaya diagnosis kami. Dalam hal pemutusan penularan COVID-19,” kata dr Bona.
Selanjutnya tracing dan uji yang dilakukan oleh tiap puskesmas yang ada di Teluk Bintuni, jumlahnya bervariasi. Upaya ini dilakukan dengan melihat jumlah penduduk serta mobilisasi dan kepadatan dari puskesmas yang melayani.
Pemda Teluk Bintuni pada awal pandemi COVID-19 termasuk salah satu dari daerah yang tak gagap dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan serta tindakan-tindakan taktis dalam memutus angka COVID-19.
Alat uji serta laboratorium uji sampel PCR pun didatangkan sebagai untuk memudahkan dan mempercepat uji sampel yang masuk. Misalnya, Kampung Masina yang terletak di seberang Kota Bintuni memang dipersiapkan sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG dan ruang isolasi. Tempat ini dilengkapi dengan ventilator. Juga dipersiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni untuk perawatan pasien positif dengan gejala sedang dan berat.
Lihat Juga :