Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:24 WIB
Billy menilai kehadiran 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta di wilayah pedalaman Mappi merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah yang paling sulit dijangkau.

"Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta yang tidak hanya berbicara tentang pemerataan pendidikan, tetapi membuktikannya dengan menghadirkan para profesor dan dosen langsung ke Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak. Mereka menembus rawa, sungai, dan medan yang berat demi memastikan guru-guru di pedalaman memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan terbaik. Inilah wajah nyata Indonesia yang membangun dari pinggiran."

Billy menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan strategi yang memiliki dampak berlipat (multiplier effect). Satu guru yang memperoleh pembaruan pengetahuan dan keterampilan akan mentransformasikan pembelajaran kepada ratusan peserta didik sepanjang masa pengabdiannya. Oleh karena itu, investasi pada guru menjadi salah satu kebijakan pembangunan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.

Urgensi program tersebut sejalan dengan kondisi pembangunan manusia di Papua Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Selatan masih berada di kisaran 61, sementara rata-rata nasional telah melampaui 75. Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, menjadi agenda strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Papua.

Melalui pelatihan yang menjangkau empat distrik dan melibatkan sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah, Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta berharap tercipta ekosistem pendidikan yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas. Program ini sekaligus menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan peningkatan kompetensi pendidik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan yang ditentukan oleh kondisi geografis.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!