Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:24 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Pemerataan kualitas pendidikan tidak dapat dicapai tanpa pemerataan kualitas guru. Berangkat dari semangat tersebut, 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., Ed.M., MBA., turun langsung ke wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, untuk melatih sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah melalui Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026 yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Pelatihan dilaksanakan secara terpusat maupun berbasis klaster di Distrik Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak agar menjangkau pendidik hingga ke wilayah terpencil. Para fasilitator harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama berjam-jam, bahkan melewati rawa dan medan berlumpur, demi memastikan para guru memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya. Di Distrik Citak Mitak, perjalanan menuju lokasi pelatihan membutuhkan waktu hingga enam jam, sementara tim yang bertugas di Distrik Assue harus menempuh perjalanan sekitar 220 kilometer melalui jalur yang hanya dapat dilalui pada musim tertentu.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Negeri Jakarta, Wakil Rektor, Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRK Kabupaten Mappi, para pimpinan perangkat daerah, serta 46 profesor dan dosen UNJ yang bertindak sebagai narasumber dan fasilitator pelatihan.
Selama lima hari, peserta memperoleh penguatan kompetensi pada berbagai bidang strategis, meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik dan profesional guru, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, implementasi kurikulum, asesmen pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, penguatan budaya mutu sekolah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Pelatihan dirancang secara partisipatif melalui diskusi, studi kasus, praktik, dan pendampingan agar setiap peserta mampu menjawab tantangan pembelajaran sesuai karakteristik wilayah Papua Selatan.
Billy Mambrasar menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak akan berhasil apabila hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, investasi terbesar harus diarahkan kepada peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
"Kalau kita ingin membangun Papua yang maju, maka kita harus mulai dari membangun kualitas gurunya. Guru adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ketika seribu guru memperoleh peningkatan kompetensi, maka sesungguhnya kita sedang membuka masa depan bagi puluhan ribu anak Papua yang akan mereka didik selama bertahun-tahun ke depan."
Billy menilai kehadiran 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta di wilayah pedalaman Mappi merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah yang paling sulit dijangkau.
"Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta yang tidak hanya berbicara tentang pemerataan pendidikan, tetapi membuktikannya dengan menghadirkan para profesor dan dosen langsung ke Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak. Mereka menembus rawa, sungai, dan medan yang berat demi memastikan guru-guru di pedalaman memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan terbaik. Inilah wajah nyata Indonesia yang membangun dari pinggiran."
Billy menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan strategi yang memiliki dampak berlipat (multiplier effect). Satu guru yang memperoleh pembaruan pengetahuan dan keterampilan akan mentransformasikan pembelajaran kepada ratusan peserta didik sepanjang masa pengabdiannya. Oleh karena itu, investasi pada guru menjadi salah satu kebijakan pembangunan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
Urgensi program tersebut sejalan dengan kondisi pembangunan manusia di Papua Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Selatan masih berada di kisaran 61, sementara rata-rata nasional telah melampaui 75. Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, menjadi agenda strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Papua.
Melalui pelatihan yang menjangkau empat distrik dan melibatkan sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah, Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta berharap tercipta ekosistem pendidikan yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas. Program ini sekaligus menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan peningkatan kompetensi pendidik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan yang ditentukan oleh kondisi geografis.
Pelatihan dilaksanakan secara terpusat maupun berbasis klaster di Distrik Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak agar menjangkau pendidik hingga ke wilayah terpencil. Para fasilitator harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama berjam-jam, bahkan melewati rawa dan medan berlumpur, demi memastikan para guru memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya. Di Distrik Citak Mitak, perjalanan menuju lokasi pelatihan membutuhkan waktu hingga enam jam, sementara tim yang bertugas di Distrik Assue harus menempuh perjalanan sekitar 220 kilometer melalui jalur yang hanya dapat dilalui pada musim tertentu.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Negeri Jakarta, Wakil Rektor, Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRK Kabupaten Mappi, para pimpinan perangkat daerah, serta 46 profesor dan dosen UNJ yang bertindak sebagai narasumber dan fasilitator pelatihan.
Selama lima hari, peserta memperoleh penguatan kompetensi pada berbagai bidang strategis, meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik dan profesional guru, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, implementasi kurikulum, asesmen pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, penguatan budaya mutu sekolah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Pelatihan dirancang secara partisipatif melalui diskusi, studi kasus, praktik, dan pendampingan agar setiap peserta mampu menjawab tantangan pembelajaran sesuai karakteristik wilayah Papua Selatan.
Billy Mambrasar menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak akan berhasil apabila hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, investasi terbesar harus diarahkan kepada peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
"Kalau kita ingin membangun Papua yang maju, maka kita harus mulai dari membangun kualitas gurunya. Guru adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ketika seribu guru memperoleh peningkatan kompetensi, maka sesungguhnya kita sedang membuka masa depan bagi puluhan ribu anak Papua yang akan mereka didik selama bertahun-tahun ke depan."
Billy menilai kehadiran 46 profesor dan dosen Universitas Negeri Jakarta di wilayah pedalaman Mappi merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah yang paling sulit dijangkau.
"Saya memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Jakarta yang tidak hanya berbicara tentang pemerataan pendidikan, tetapi membuktikannya dengan menghadirkan para profesor dan dosen langsung ke Kepi, Edera, Assue, dan Citak Mitak. Mereka menembus rawa, sungai, dan medan yang berat demi memastikan guru-guru di pedalaman memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan terbaik. Inilah wajah nyata Indonesia yang membangun dari pinggiran."
Billy menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan strategi yang memiliki dampak berlipat (multiplier effect). Satu guru yang memperoleh pembaruan pengetahuan dan keterampilan akan mentransformasikan pembelajaran kepada ratusan peserta didik sepanjang masa pengabdiannya. Oleh karena itu, investasi pada guru menjadi salah satu kebijakan pembangunan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
Urgensi program tersebut sejalan dengan kondisi pembangunan manusia di Papua Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Selatan masih berada di kisaran 61, sementara rata-rata nasional telah melampaui 75. Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, menjadi agenda strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Papua.
Melalui pelatihan yang menjangkau empat distrik dan melibatkan sekitar 1.000 kepala sekolah, guru, serta pengawas sekolah, Pemerintah Kabupaten Mappi dan Universitas Negeri Jakarta berharap tercipta ekosistem pendidikan yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas. Program ini sekaligus menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan peningkatan kompetensi pendidik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan yang ditentukan oleh kondisi geografis.
(unt)
Lihat Juga :