Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Kamis, 09 Juli 2026 - 18:05 WIB
Melalui kolaborasi strategis ini, mereka sukses meresmikan fasilitas produksi pelet (biji) plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center. Fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam mendorong ekonomi sirkular, mengubah sampah plastik, khususnya tutup botol jenis HDPE, menjadi bahan baku bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan partisipasi aktif masyarakat. Hingga saat ini, program pendampingan GNI telah berhasil mencatat capaian luar biasa. Pertama, melatih dan memperkuat 142 unit pengelola sampah (penggiat bank sampah yang tersebar di Kabupaten Bekasi, yang bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia-Kabupaten Bekasi).
Kedua, memberikan dampak kemandirian ekonomi langsung kepada 560 warga. Ketiga, mengedukasi pengelolaan sampah plastik di 26 sekolah yang menjangkau 1.040 siswa. Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Menurutnya, sebuah program pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara NGO, pemerintah, dan sektor swasta ke depannya," ujarnya.
Untuk memastikan program ini terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang, GNI menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Multi Pihak. Koperasi ini mengintegrasikan seluruh ekosistem pengelolaan sampah secara profesional di lapangan, mulai dari penguatan lembaga bank sampah sebagai penyedia bahan baku (supplier), tim pengelolaan produksi menjadi biji plastik, hingga strategi pemasaran (marketing) produk hasil olahan.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan partisipasi aktif masyarakat. Hingga saat ini, program pendampingan GNI telah berhasil mencatat capaian luar biasa. Pertama, melatih dan memperkuat 142 unit pengelola sampah (penggiat bank sampah yang tersebar di Kabupaten Bekasi, yang bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia-Kabupaten Bekasi).
Kedua, memberikan dampak kemandirian ekonomi langsung kepada 560 warga. Ketiga, mengedukasi pengelolaan sampah plastik di 26 sekolah yang menjangkau 1.040 siswa. Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Menurutnya, sebuah program pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara NGO, pemerintah, dan sektor swasta ke depannya," ujarnya.
Untuk memastikan program ini terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang, GNI menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Multi Pihak. Koperasi ini mengintegrasikan seluruh ekosistem pengelolaan sampah secara profesional di lapangan, mulai dari penguatan lembaga bank sampah sebagai penyedia bahan baku (supplier), tim pengelolaan produksi menjadi biji plastik, hingga strategi pemasaran (marketing) produk hasil olahan.
(poe)
Lihat Juga :