Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Kamis, 09 Juli 2026 - 18:05 WIB
loading...
Yayasan GNI berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Terbaik 2 Kategori Non Government dalam ajang CSR Award 2026 yang diselenggarakan Pemkab Bekasi. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Terbaik 2 Kategori Non Government dalam ajang CSR Award 2026 yang diselenggarakan Pemkab Bekasi . Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung dalam prosesi acara di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (2/7/2026).
Acara penganugerahan ini dihadiri jajaran pejabat penting. Kemenangan GNI diputuskan melalui proses penjurian ketat oleh dewan juri ahli yang terdiri dari akademisi, perwakilan Bappeda, dan anggota DPRD. Baca juga: Setoran Pajak PLN Tepat Waktu, Pendapatan Pemkab Bekasi Makin Transparan
Penghargaan ini berhasil diraih berkat dampak nyata dari program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan GNI. Berkolaborasi dengan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), GNI menginisiasi proyek pengembangan masyarakat (community development) di Desa Wanajaya, Cibitung.
Apresiasi dari Pemkab Bekasi ini menjadi motivasi besar bagi GNI dan para mitra agar model pemberdayaan ini bisa dikenal lebih luas dan membawa manfaat yang semakin besar. "Pencapaian ini bukan hanya milik GNI, melainkan dedikasi untuk seluruh orang hebat di belakang layar: tim lapangan, masyarakat Kabupaten Bekasi, pemerintah daerah, dan para mitra strategis kami,” kata Project Manager, Iman Santoso dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Melalui kolaborasi strategis ini, mereka sukses meresmikan fasilitas produksi pelet (biji) plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center. Fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam mendorong ekonomi sirkular, mengubah sampah plastik, khususnya tutup botol jenis HDPE, menjadi bahan baku bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan partisipasi aktif masyarakat. Hingga saat ini, program pendampingan GNI telah berhasil mencatat capaian luar biasa. Pertama, melatih dan memperkuat 142 unit pengelola sampah (penggiat bank sampah yang tersebar di Kabupaten Bekasi, yang bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia-Kabupaten Bekasi).
Kedua, memberikan dampak kemandirian ekonomi langsung kepada 560 warga. Ketiga, mengedukasi pengelolaan sampah plastik di 26 sekolah yang menjangkau 1.040 siswa. Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Menurutnya, sebuah program pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara NGO, pemerintah, dan sektor swasta ke depannya," ujarnya.
Untuk memastikan program ini terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang, GNI menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Multi Pihak. Koperasi ini mengintegrasikan seluruh ekosistem pengelolaan sampah secara profesional di lapangan, mulai dari penguatan lembaga bank sampah sebagai penyedia bahan baku (supplier), tim pengelolaan produksi menjadi biji plastik, hingga strategi pemasaran (marketing) produk hasil olahan.
Acara penganugerahan ini dihadiri jajaran pejabat penting. Kemenangan GNI diputuskan melalui proses penjurian ketat oleh dewan juri ahli yang terdiri dari akademisi, perwakilan Bappeda, dan anggota DPRD. Baca juga: Setoran Pajak PLN Tepat Waktu, Pendapatan Pemkab Bekasi Makin Transparan
Penghargaan ini berhasil diraih berkat dampak nyata dari program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan GNI. Berkolaborasi dengan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), GNI menginisiasi proyek pengembangan masyarakat (community development) di Desa Wanajaya, Cibitung.
Apresiasi dari Pemkab Bekasi ini menjadi motivasi besar bagi GNI dan para mitra agar model pemberdayaan ini bisa dikenal lebih luas dan membawa manfaat yang semakin besar. "Pencapaian ini bukan hanya milik GNI, melainkan dedikasi untuk seluruh orang hebat di belakang layar: tim lapangan, masyarakat Kabupaten Bekasi, pemerintah daerah, dan para mitra strategis kami,” kata Project Manager, Iman Santoso dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Melalui kolaborasi strategis ini, mereka sukses meresmikan fasilitas produksi pelet (biji) plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center. Fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam mendorong ekonomi sirkular, mengubah sampah plastik, khususnya tutup botol jenis HDPE, menjadi bahan baku bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar solusi lingkungan, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan partisipasi aktif masyarakat. Hingga saat ini, program pendampingan GNI telah berhasil mencatat capaian luar biasa. Pertama, melatih dan memperkuat 142 unit pengelola sampah (penggiat bank sampah yang tersebar di Kabupaten Bekasi, yang bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia-Kabupaten Bekasi).
Kedua, memberikan dampak kemandirian ekonomi langsung kepada 560 warga. Ketiga, mengedukasi pengelolaan sampah plastik di 26 sekolah yang menjangkau 1.040 siswa. Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Menurutnya, sebuah program pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara NGO, pemerintah, dan sektor swasta ke depannya," ujarnya.
Untuk memastikan program ini terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan (sustainable) dalam jangka panjang, GNI menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Multi Pihak. Koperasi ini mengintegrasikan seluruh ekosistem pengelolaan sampah secara profesional di lapangan, mulai dari penguatan lembaga bank sampah sebagai penyedia bahan baku (supplier), tim pengelolaan produksi menjadi biji plastik, hingga strategi pemasaran (marketing) produk hasil olahan.
(poe)
Lihat Juga :