196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Rabu, 10 Juni 2026 - 08:24 WIB
Direktur Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden, SRP van de Kasteele, juga sempat meminta keterangan dari Raden Saleh (1807-1880) untuk mengidentifikasi keaslian keris tersebut pada Januari 1831.
Raden Saleh yang sedang memperdalam ilmu melukis di Eropa sejak 1829, memastikan keaslian keris tersebut dengan membuat penilaian singkat berdasarkan surat keterangan yang dibuat Sentot Alibasyah Prawirodirdjo.
Pada 1876, Keris Kiai Nogo Siluman dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat. Tercatat dalam katalog pameran menyebutkan keris tersebut milik Pangeran Diponegoro. Pada 1883, ketika Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden bubar, banyak koleksi yang dimiliki tersebar ke sejumlah museum.
Banyak juga informasi mengenai koleksi ikut hilang, termasuk keris Pangeran Diponegoro Kiai Nogo Siluman yang diserahkan kepada Museum Volkenkunde di Leiden. Sejak 1883, jejak keberadaan keris Kiai Nogo Siluman tak diketahui dan menyebabkan timbul berbagai spekulasi.
Setelah lebih dari seratus tahun dinyatakan hilang, pencarian kembali keris Kiai Nogo Siluman dimulai pada 1984 oleh Peter Pott, kurator Museum Volkenkunde dan kemudian menjadi direktur museum. Namun, penelitian Pott kemudian terhenti. Pencarian kembali dilakukan Profesor Susan Legene dari Vrije Universiteit Amsterdam, Johanna Leigjfeldt (2017), dan Tom Quist (2019).
Johanna dan Quist menemukan dan menghadirkan tiga dokumen untuk memastikan keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. PadaJanuari 2020, tim verifikasi dari Wina, Austria, Habil Jani Kuhnt-Saptodewo memperkuat penemuan keris milik Pangeran Diponegoro itu.
Pada Februari 2020, Ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada Sri Margana diminta Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk menverifikasi hasil temuan Provenant Research di Museum Volkenkunde Leiden itu.
Dia pun memastikan bahwa keris milik Pangeran Diponegoro itu, adalah keris Kiai Nogo Siluman yang telah lama hilang.
Jadi, sebenarnya keris Kiai Nogo Siluman tidak hilang dan bentuk fisiknya ada di museum Volkenkunde. Hanya saja catatan bukti tentang keris tersebut yang hilang.
Kemudian, keris tersebut diserahkan Menteri Pendidikan Belanda Ingrid Katharina van Engelshoven kepada Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Selasa 3 Maret 2020.
Keris milik Pangeran Diponegoro lalu diserahkan ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Penyerahan keris Kiai Nogo Siluman itu dilakukan Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan diterima langsung oleh Kepala Museum Nasional Indonesia Siswanto. Hampir sekitar 190 tahun, akhirnya keris Kiai Nogo Siluman, simbol kepemimpinan Pangeran Diponegoro kembali lagi ke tanah Jawa.
Raden Saleh yang sedang memperdalam ilmu melukis di Eropa sejak 1829, memastikan keaslian keris tersebut dengan membuat penilaian singkat berdasarkan surat keterangan yang dibuat Sentot Alibasyah Prawirodirdjo.
Pada 1876, Keris Kiai Nogo Siluman dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat. Tercatat dalam katalog pameran menyebutkan keris tersebut milik Pangeran Diponegoro. Pada 1883, ketika Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden bubar, banyak koleksi yang dimiliki tersebar ke sejumlah museum.
Banyak juga informasi mengenai koleksi ikut hilang, termasuk keris Pangeran Diponegoro Kiai Nogo Siluman yang diserahkan kepada Museum Volkenkunde di Leiden. Sejak 1883, jejak keberadaan keris Kiai Nogo Siluman tak diketahui dan menyebabkan timbul berbagai spekulasi.
Setelah lebih dari seratus tahun dinyatakan hilang, pencarian kembali keris Kiai Nogo Siluman dimulai pada 1984 oleh Peter Pott, kurator Museum Volkenkunde dan kemudian menjadi direktur museum. Namun, penelitian Pott kemudian terhenti. Pencarian kembali dilakukan Profesor Susan Legene dari Vrije Universiteit Amsterdam, Johanna Leigjfeldt (2017), dan Tom Quist (2019).
Johanna dan Quist menemukan dan menghadirkan tiga dokumen untuk memastikan keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. PadaJanuari 2020, tim verifikasi dari Wina, Austria, Habil Jani Kuhnt-Saptodewo memperkuat penemuan keris milik Pangeran Diponegoro itu.
Pada Februari 2020, Ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada Sri Margana diminta Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk menverifikasi hasil temuan Provenant Research di Museum Volkenkunde Leiden itu.
Dia pun memastikan bahwa keris milik Pangeran Diponegoro itu, adalah keris Kiai Nogo Siluman yang telah lama hilang.
Jadi, sebenarnya keris Kiai Nogo Siluman tidak hilang dan bentuk fisiknya ada di museum Volkenkunde. Hanya saja catatan bukti tentang keris tersebut yang hilang.
Kemudian, keris tersebut diserahkan Menteri Pendidikan Belanda Ingrid Katharina van Engelshoven kepada Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Selasa 3 Maret 2020.
Keris milik Pangeran Diponegoro lalu diserahkan ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Penyerahan keris Kiai Nogo Siluman itu dilakukan Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan diterima langsung oleh Kepala Museum Nasional Indonesia Siswanto. Hampir sekitar 190 tahun, akhirnya keris Kiai Nogo Siluman, simbol kepemimpinan Pangeran Diponegoro kembali lagi ke tanah Jawa.
Lihat Juga :