Siapa Bilang Pemprov Jabar Larang Warga Jakarta Plesiran ke Tanah Pasundan

Senin, 21 September 2020 - 11:39 WIB
Lebih lanjut Dedi mengatakan, selama ini sektor pariwisata selalu menjadi andalan pemasukan asli daerah (PAD) Jabar, termasuk menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Pihaknya tak menghendaki sektor pariwisata yang sudah mulai bergeliat kembali terpukul hanya karena adanya pembatasan akses bagi wisatawan.

"Apalagi, kita sedang berupaya memulihkan sektor pariwisata yang diharapkan dapat bangkit pada akhir Desember 2020. Jadi, ada kelonggaran aktivitas (wisata), tapi kesehatan di kedepankan, itu konsen kami. Terpenting adalah kehati-hatian dan kewaspadaan," tandasnya. (BACA JUGA: Pesawat Pengangkut Jenazah Serka Sahlan Ditembak KKB Papua)

Diketahui, Gubernur Jabar Ridwan sempat mengimbau warga Ibu Kota mengurangi aktivitas wisata ke Jabar selama dua pekan sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta diberlakukan, Senin (14/9/2020) lalu. Meski begitu, dia menyatakan, hal itu hanyalah imbauan, bukan larangan.

"Bukan larangan, kan kalau larangan pasti ada sanksi. Ini mah imbauan aja bahwa PSBB DKI (Jakarta) membuat namanya pengurangan pergerakan-pergerakan esensial. Kalau pariwisata, saya kira dalam kondisi 14 Hari ini kurangi lah pergerakannya dulu," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Kamis (17/9/2020).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu beralasan, imbauan sengaja disampaikan, agar penerapan PSBB di Jakarta berjalan efektif dalam menekan potensi penularan COVID-19.

"Jangan sampai ketat di dalam Jakarta, tapi ternyata warga Jakarta pada keluar. Ternyata, kasusnya nggak turun karena pergerakannya tidak dibatasi. Jadi, ya lebih pada himbauan," tegasnya. agung bakti sarasa
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!