Operasi Damai Cartenz 2026 di Yahukimo: 9 Pelaku KKB Jadi Tersangka, Begini Perannya
Senin, 23 Februari 2026 - 14:23 WIB
Kasus Pembakaran: Atius Sobolim dan Elipianus Esema ditetapkan tersangka pembakaran Ruko Blok B. Sementara, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya terlibat dalam aksi pembakaran SMP Metanoya.
Aksi Penembakan dan Pembunuhan: Homi Heluka alias Serius Kobak teridentifikasi sebagai pelaku dalam rentetan kasus besar sejak 2022, termasuk penembakan anggota Brimob, penembakan sopir, hingga pembunuhan warga sipil.
Tersangka Lainnya: Simak Kipka (pembakaran mobil), Kotor Payage (percobaan pembunuhan), dan Enage Hiluka (tersangka penikaman viral terhadap penjual pinang).
“Sembilan orang ini telah kami tetapkan tersangka melalui mitigasi dan investigasi lapangan. Untuk sisanya, kami masih mendalami sejauhmana keterlibatan mereka dalam tindak pidana lainnya,” ujar Yusuf, Senin (23/2/2026).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan meningkatnya aksi kekerasan di Yahukimo dipicu faktor internal kelompok tersebut. Kaburnya salah satu pentolan KKB Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada Februari 2025 menjadi pemantik koordinasi ulang aksi-aksi perusakan dan penganiayaan di wilayah tersebut.
Aksi Penembakan dan Pembunuhan: Homi Heluka alias Serius Kobak teridentifikasi sebagai pelaku dalam rentetan kasus besar sejak 2022, termasuk penembakan anggota Brimob, penembakan sopir, hingga pembunuhan warga sipil.
Tersangka Lainnya: Simak Kipka (pembakaran mobil), Kotor Payage (percobaan pembunuhan), dan Enage Hiluka (tersangka penikaman viral terhadap penjual pinang).
“Sembilan orang ini telah kami tetapkan tersangka melalui mitigasi dan investigasi lapangan. Untuk sisanya, kami masih mendalami sejauhmana keterlibatan mereka dalam tindak pidana lainnya,” ujar Yusuf, Senin (23/2/2026).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menjelaskan meningkatnya aksi kekerasan di Yahukimo dipicu faktor internal kelompok tersebut. Kaburnya salah satu pentolan KKB Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada Februari 2025 menjadi pemantik koordinasi ulang aksi-aksi perusakan dan penganiayaan di wilayah tersebut.
Lihat Juga :