Imbas Banjir Grobogan, 9 Ribu KK Terdampak

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:22 WIB
Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengakibatkan 9.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak, Selasa (17/2/2026). Banjir meluas dari wilayah hulu ke hilir. Foto: Dok Sindonews
GROBOGAN - Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengakibatkan 9.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Banjir meluas dari wilayah hulu ke hilir.

"Meski demikian, hingga Senin (16/2/2026) pukul 20.00 WIB, tidak terdapat pengungsian secara terpusat. Warga yang sempat terdampak sebagian besar melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat terdekat atau tempat yang lebih aman," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa (17/2/2026).



Baca juga: Banjir Grobogan Rendam Rel Kereta, 2 Perjalanan KA Dibatalkan

Di sejumlah kecamatan bagian hulu, banjir telah surut. Sementara di wilayah hilir justru mengalami penambahan tinggi muka air.

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Grobogan, Minggu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2/2026) pukul 05.00 WIB. Selain curah hujan lokal, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air kemudian meluap ke permukiman warga.

"Tercatat 42 desa di 10 kecamatan terdampak dengan satu rumah mengalami rusak berat. Selain itu, terdapat sejumlah titik tanggul jebol antara lain di Sungai Cabean Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung (masing-masing sepanjang 15 meter), Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!