4 Prioritas Keselamatan Penanganan COVID-19 di Kota Kediri

Kamis, 17 September 2020 - 09:02 WIB
ILustrasi COVID-19. Foto/Dok
KEDIRI - Dalam penanganan pandemi COVID-19 di Kota Kediri , tenaga kesehatan menjadi salah satu prioritas yang harus diselamatkan. Hal itu menyusul meninggalnya dokter spesialis bedah syaraf RSUD Gambiran Kota Kediri, Machmud akibat terpapar COVID-19.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, keselamatan pasien adalah indikator utama pelayanan rumah sakit. (Baca juga: Catat! Info-Demic Lebih Cepat Menyebar Dibanding Virus Corona )



"Namun jangan mengesampingkan keselamatan tenaga kesehatan," ujar Fauzan Adima, di Kediri, Kamis (17/9/2020). (Baca juga: Operasi Tumpas Narkoba di Kediri Amankan 29 Tersangka, Termasuk Jaringan Lapas )

Termasuk dokter Machmud dari RSUD Gambiran Kota Kediri. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat ada sebanyak 105 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat penanganan COVID-19.

Jumlah tersebut terhitung hingga 11 September 2020. Karenanya, bertepatan dengan peringatan Hari Pasien Dunia (World Patient Safety Day) yang jatuh Kamis 17 September, ancaman terhadap keselamatan tenaga medis menjadi perhatian serius.

"Keselamatan tenaga kesehatan adalah keselamatan kita semua," kata Fauzan. Ada empat hal di lingkungan rumah sakit yang menurut Fauzan harus mendapat jaminan keselamatan. Yakni, keselamatan karyawan (employ safety) baik medis maupun nonmedis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!