KSP dan TNI-Polri Turun Langsung Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir Aceh
Minggu, 04 Januari 2026 - 07:20 WIB
Dia menjelaskan, total bantuan pompa apung yang dikirim berjumlah 10 unit. Tujuh unit telah tiba dan langsung digunakan bersama aparat dan warga, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.
“Kami memahami betul pasca bencana banjir longsor, banyaknya genangan air, endapan lumpur yang menumpuk, serta tingginya kebutuhan dasar keluarga terutama bayi dan anak-anak adalah persoalan paling mendesak. Karena itu, bantuan ini langsung kami distribusikan dan aplikasikan di titik-titik permukiman warga,” katanya.
Menurut Iwan Eka, pompa apung dipilih karena mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. Alat ini portabel, adaptif, dan efektif menjangkau gang-gang sempit serta area padat yang tidak bisa diakses alat berat.
“Pompa apung ini bukan simbol bantuan. Ini alat kerja. Kami gunakan langsung untuk membersihkan lumpur, dan mempercepat pengeringan rumah warga. Tujuannya sederhana tapi krusial: agar rumah bisa segera ditempati kembali, aktivitas harian perlahan pulih, dan beban fisik serta psikologis warga berkurang,” jelasnya.
Selain fokus pada pemulihan fisik, KSP juga menaruh perhatian pada aspek psikologis warga, khususnya anak-anak. Bantuan mainan anak disalurkan di tengah situasi bencana, untuk membantu trauma healing anak-anak, membantu menimbulkan rasa aman, nyaman dan diperhatikan.
KSP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, relawan, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur yang terlibat di lapangan. “Sesuai arahan Presiden, solidaritas dan kebersamaan adalah kunci. Dengan bergandengan tangan, pemulihan pascabencana akan berjalan lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari penguatan respons lanjutan, KSP juga tengah menyiapkan bantuan mesin Reverse Osmosis (RO) purifier untuk penyediaan air minum bersih bagi warga terdampak. Sebanyak enam unit sedang dipersiapkan dan akan segera dikirim ke Pidie dan Pidie Jaya dalam waktu dekat.
“Kami memahami betul pasca bencana banjir longsor, banyaknya genangan air, endapan lumpur yang menumpuk, serta tingginya kebutuhan dasar keluarga terutama bayi dan anak-anak adalah persoalan paling mendesak. Karena itu, bantuan ini langsung kami distribusikan dan aplikasikan di titik-titik permukiman warga,” katanya.
Menurut Iwan Eka, pompa apung dipilih karena mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. Alat ini portabel, adaptif, dan efektif menjangkau gang-gang sempit serta area padat yang tidak bisa diakses alat berat.
“Pompa apung ini bukan simbol bantuan. Ini alat kerja. Kami gunakan langsung untuk membersihkan lumpur, dan mempercepat pengeringan rumah warga. Tujuannya sederhana tapi krusial: agar rumah bisa segera ditempati kembali, aktivitas harian perlahan pulih, dan beban fisik serta psikologis warga berkurang,” jelasnya.
Selain fokus pada pemulihan fisik, KSP juga menaruh perhatian pada aspek psikologis warga, khususnya anak-anak. Bantuan mainan anak disalurkan di tengah situasi bencana, untuk membantu trauma healing anak-anak, membantu menimbulkan rasa aman, nyaman dan diperhatikan.
KSP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, relawan, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur yang terlibat di lapangan. “Sesuai arahan Presiden, solidaritas dan kebersamaan adalah kunci. Dengan bergandengan tangan, pemulihan pascabencana akan berjalan lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari penguatan respons lanjutan, KSP juga tengah menyiapkan bantuan mesin Reverse Osmosis (RO) purifier untuk penyediaan air minum bersih bagi warga terdampak. Sebanyak enam unit sedang dipersiapkan dan akan segera dikirim ke Pidie dan Pidie Jaya dalam waktu dekat.
(rca)
Lihat Juga :