Menteri Bahlil: Program Listrik Perdesaan Wujud Keadilan Energi bagi Masyarakat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:58 WIB
“Sebelumnya saya pakai genset. Untuk enam jam harus satu liter bensin. Jadi jam 10 malam sudah gelap lagi,” kenang Ruslam.

Setiap malam, anak-anaknya belajar dengan penerangan seadanya. Sementara istrinya, yang biasa menjahit pakaian warga sekitar untuk menambah penghasilan kerap menghentikan pekerjaannya karena bahan bakar genset sudah habis.

Dalam keterbatasan itu, Ruslam hanya bisa berharap suatu hari cahaya akan benar-benar menjadi miliknya. “Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ucap Ruslam sambil berkaca-kaca menahan haru.

Diketahui, pelaksanaan Program Lisdes dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu perluasan jaringan listrik (grid extension), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal berbasis mini grid, serta PLTS individual dengan baterai untuk permukiman terpencar.

“Kalau listrik masuk, anak bisa belajar, layanan kesehatan berjalan, dan ekonomi rakyat tumbuh. Inilah esensi Asta Cita Presiden dalam pembangunan energi,” ujar Bahlil.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!