Yayasan Astri Bakti Insani Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:20 WIB
”Apakah dia masih menyimpan respons trauma dari hal-hal di masa lalu. Kadang orang tidak paham dengan sendirinya. Di sinilah butuh seorang ahli atau profesional. Jadi jangan sampai sudah pada taraf merasa tidak nyaman baru datang ke psikiater atau psikolog,” katanya.

Sedangkan dari perspektif keluarga disampaikan Hindrawati dan Bagus Utomo, caregiver yaitu orang terdekat yang memiliki pengalaman mendampingi anggota keluarga tercintanya saat menghadapi krisis kesehatan mental. Keduanya menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini, menjaga komunikasi yang empatik, serta menciptakan lingkungan keluarga yang suportif sebagai fondasi dalam proses pemulihan jangka panjang.

Kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami kesehatan mental bukanlah isu yang tabu, melainkan bagian penting dari kehidupan manusia yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Setiap orang dapat mengalami masa-masa sulit dan kerentanan emosional, namun hal tersebut bukanlah akhir dari segalanya.

”Keluarga adalah lini pertama, bagaimana membentuk karakter anak dan karakter manusia. Kalau keluarga tidak membentuk dengan karakter yang baik, kemungkinan anak akan mencari pelampiasan yang lain. Kita harus memperbaiki pola hidup, pola pikir sehingga jiwa kita agar tertata dengan baik,” ungkap Ketua Yayasan Astri Bakti Insani, Bagus Jatmiko.

Dukungan dari keluarga, teman, lingkungan kerja, maupun tenaga profesional menjadi hal yang paling berharga dalam proses pemulihan. Dengan membuka ruang diskusi, berbagi pengalaman, dan memberikan edukasi, seminar ini diharapkan bisa menghapus stigma, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta mendorong terciptanya budaya peduli dan saling mendukung di tengah masyarakat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!