Yayasan Astri Bakti Insani Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:20 WIB
Namun, stigma yang muncul dan perasaan tabu sering membuat banyak orang memilih diam dan memendam masalah, sehingga meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi.

Psikolog dari Universitas Padjadjaran Bandung (Unpad) Marissa S. Purba dan Psikiater P. Beta Ayu Natalia memaparkan perspektif profesional mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan mental, menjaga komunikasi yang sehat, serta tidak menunda untuk melibatkan tenaga profesional.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital

Keduanya menekankan penanganan kesehatan mental tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari kesadaran diri, dukungan lingkungan terdekat, dan akses bantuan yang tepat.

“Yang paling penting adalah mendengarkan, mengajak anak beraktivitas, dan menciptakan rasa aman. Melalui pemahaman yang tepat, dukungan lingkungan, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional, kesehatan mental diharapkan tidak lagi menjadi isu yang disembunyikan, melainkan bagian penting dari kualitas hidup sehari-hari," ujar Marissa.

Senada, Beta Ayu Natalia menambahkan, kalau dalam konteks jiwa berarti seseorang harus tahu apa kekurangannya dalam menjalani kehidupan. Apakah cara mengatasi stres atau masalah yang dihadapinya sudah baik atau belum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!