Terima Kunjungan Komisi II DPR, Bupati Sambas Satono Dorong Otonomi Daerah Perbatasan

Kamis, 27 November 2025 - 21:51 WIB
"Kami ingin mendorong bagaimana pembangunan di daerah perbatasan, khususnya di Sambas, sama cepatnya dengan pembangunan di Pulau Jawa. Jika di Papua ada Otonomi Khusus, di Yogya ada Otonomi Istimewa, kita berharap di Sambas ada Otonomi Daerah Perbatasan," katanya.

Dengan Otonomi Daerah Perbatasan, Satono berharap Kabupaten Sambas sebagai penghasil komoditas unggulan seperti kelapa, jeruk, pisang, petai, buah naga, dan nanas, bisa semakin meningkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi, jika bisa mengekspor langsung hasil pertanian Sambas ke Malaysia.

"Potensi sektor pertanian di Sambas sangat besar. Saat ini, kita surplus beras hingga 1.410 ton. Jika bisa melakukan ekspor ke Malaysia, percepatan dan pembangunan akan semakin terdorong, serta kesejahteraan masyarakat Sambas akan semakin meningkat," katanya.

Saat ini, dari 12 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas memiliki jumlah penduduk terpadat, dengan 70 persen masyarakatnya bergerak di sektor pertanian. Jika sektor pertanian maju, masyarakat Sambas juga akan semakin maju.

"IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Sambas tertinggi se-Kalbar. Dari 165 desa, 160 di antara merupakan desa mandiri, dan 5 desa sisanya merupakan desa maju. Tingkat penurunan stunting di Sambas juga tertinggi di Kalbar."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!