Terima Kunjungan Komisi II DPR, Bupati Sambas Satono Dorong Otonomi Daerah Perbatasan

Kamis, 27 November 2025 - 21:51 WIB
loading...
Terima Kunjungan Komisi...
Bupati Sambas H Satono mendorong terbentuknya Otonomi Daerah Perbatasan dan percepatan pembangunan di daerah perbatasan, khususnya di wilayah Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Bupati Sambas H Satono mendorong terbentuknya Otonomi Daerah Perbatasan dan percepatan pembangunan di daerah perbatasan, khususnya di wilayah Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Satono menyampaikan hal itu seusai menerima kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI selama dua hari, 26-27 November 2025.

Dalam Kunker Panja Komisi II DPR RI tersebut, hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus , Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda beserta rombongan, dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Makhruzi Rahman.

Kunker Panja Komisi II DPR RI tersebut dalam rangka membahas isu spesifik tentang pengelolaan perbatasan negara, khususnya di wilayah Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Baca Juga: Otonomi Khusus Dinilai Bawa Kemajuan bagi Perempuan

Bupati Sambas Satono menyambut baik kunjungan kerja tersebut. Dia berharap bisa membawa perubahan untuk pembangunan Kabupaten Sambas. "Kunjungan Panja Komisi II DPR RI ini momentum bagi Kabupaten Sambas untuk mendorong terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus Daerah Perbatasan (KEK-DB) dan mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan," ujar Satono.

Satono menjelaskan, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Selama ini, sudah banyak program pembangunan yang masuk ke Sambas. Namun, masih perlu akselerasi dan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI.

"Kami ingin mendorong bagaimana pembangunan di daerah perbatasan, khususnya di Sambas, sama cepatnya dengan pembangunan di Pulau Jawa. Jika di Papua ada Otonomi Khusus, di Yogya ada Otonomi Istimewa, kita berharap di Sambas ada Otonomi Daerah Perbatasan," katanya.

Dengan Otonomi Daerah Perbatasan, Satono berharap Kabupaten Sambas sebagai penghasil komoditas unggulan seperti kelapa, jeruk, pisang, petai, buah naga, dan nanas, bisa semakin meningkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi, jika bisa mengekspor langsung hasil pertanian Sambas ke Malaysia.

"Potensi sektor pertanian di Sambas sangat besar. Saat ini, kita surplus beras hingga 1.410 ton. Jika bisa melakukan ekspor ke Malaysia, percepatan dan pembangunan akan semakin terdorong, serta kesejahteraan masyarakat Sambas akan semakin meningkat," katanya.

Saat ini, dari 12 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas memiliki jumlah penduduk terpadat, dengan 70 persen masyarakatnya bergerak di sektor pertanian. Jika sektor pertanian maju, masyarakat Sambas juga akan semakin maju.

"IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Sambas tertinggi se-Kalbar. Dari 165 desa, 160 di antara merupakan desa mandiri, dan 5 desa sisanya merupakan desa maju. Tingkat penurunan stunting di Sambas juga tertinggi di Kalbar."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
BNPP Dorong Daya Saing...
BNPP Dorong Daya Saing Tenun Ikat Belu di PLBN Motaain NTT
BNPP RI Perkuat Peran...
BNPP RI Perkuat Peran Da'i dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
BNPP Fasilitasi Pengiriman...
BNPP Fasilitasi Pengiriman Ikan ke Sarawak melalui PLBN Badau
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
OJK Dorong Perekonomian...
OJK Dorong Perekonomian Daerah untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved