Desa di Ngada NTT Ekspor 15 Ton Kopi ke Thailand Bernilai Rp1,65 Miliar
Minggu, 09 November 2025 - 17:17 WIB
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen kami dalam mendampingi masyarakat desa agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadirkan produk bernilai tambah dari desa. Melalui inisiatif ekspor komoditas kopi ini, kami berharap dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, Minggu (9/11/2025).
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa merupakan hasil kolaborasi Astra dan IPB University sejak 2024 untuk membangun ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia. Melalui program ini, kapasitas petani diperkuat, regenerasi pelaku usaha tani didorong, dan akses pasar untuk komoditas unggulan lokal diperluas.
Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa telah terlibat dalam program, dengan peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72%, penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang, serta 100% produk kopi terserap pasar. Dua penggerak muda, Bernard Suryanto Langoday dan Donatus Philipus Kabe, menjadi contoh nyata regenerasi petani muda di Bajawa.
Baca juga: Hilirisasi Kemiri, BUMDes Ngada Siap Ekspor Minyak Rambut hingga Pelembab Kulit
Langkah ekspor ke Thailand menjadi tonggak penting bagi kopi Bajawa dalam menembus pasar internasional. Penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) serta dukungan pelatihan dari IPB University memungkinkan petani menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa merupakan hasil kolaborasi Astra dan IPB University sejak 2024 untuk membangun ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia. Melalui program ini, kapasitas petani diperkuat, regenerasi pelaku usaha tani didorong, dan akses pasar untuk komoditas unggulan lokal diperluas.
Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa telah terlibat dalam program, dengan peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72%, penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang, serta 100% produk kopi terserap pasar. Dua penggerak muda, Bernard Suryanto Langoday dan Donatus Philipus Kabe, menjadi contoh nyata regenerasi petani muda di Bajawa.
Baca juga: Hilirisasi Kemiri, BUMDes Ngada Siap Ekspor Minyak Rambut hingga Pelembab Kulit
Langkah ekspor ke Thailand menjadi tonggak penting bagi kopi Bajawa dalam menembus pasar internasional. Penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) serta dukungan pelatihan dari IPB University memungkinkan petani menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores.
Lihat Juga :