Banjir Semarang Berangsur Surut, Aspal Jalan Raya Kaligawe Mulai Terlihat

Senin, 03 November 2025 - 09:09 WIB
"Hari ini, Minggu (2/11), pelaksanaan OMC telah memasuki hari kedelapan. Bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) telah ditaburkan untuk mengurai pembentukan awan hujan dan menurunkan hujan di wilayah hulu sungai menuju penampungan air seperti waduk atau embung, termasuk sungai dengan batas elevasi yang aman. Sehingga, penanganan satgas pompanisasi dan penguatan tanggul wilayah Kota Semarang dapat dimaksimalkan," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan dan rekapitulasi peningkatan curah hujan tahunan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Semarang Raya akan mengalami peningkatan intensitas hujan setiap bulan Januari dan Februari. Sedangkan bulan November dan Desember, curah hujan masih dalam kategori aman.

Kendati demikian, dia tetap mengimbau kepada warga agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai atau aliran air, menambah ruang resapan air, normalisasi selokan permukiman dan selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait.

"Kepada pemerintah daerah setempat, kami meminta agar upaya mitigasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dapat lebih ditingkatkan. Banjir di Semarang Raya tidak hanya tentang genangan air saja. Ada banyak permasalahan mulai dari tata ruang, perencanaan pembangunan hingga koordinasi penanganan bencana yang belum terkoordinasi dengan baik, sebagai penyebab banjir Kota Semarang sulit dikendalikan," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!