Banjir Semarang Berangsur Surut, Aspal Jalan Raya Kaligawe Mulai Terlihat

Senin, 03 November 2025 - 09:09 WIB
loading...
Banjir Semarang Berangsur...
Pompa portabel dikerahkan untuk menguras genangan banjir Kota Semarang yang dialirkan ke kolam retensi Terboyo di Kaligawe, Minggu (2/11/2025). Foto/BNPB
A A A
SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemprov Jawa Tengah terus berupaya melakukan penanganan darurat banjir di Kota Semarang. Saat ini kondisi banjir Semarang mulai berangsur surut.

Hasil pantauan tim BNPB, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pusdataru di lapangan, tinggi muka air genangan di beberapa titik mulai menurun. Jalan Raya Kaligawe sudah mulai surut dan dapat dilalui kendaraan roda dua.

Baca juga: 3 Tewas Tersengat Listrik saat Banjir Semarang

"Aspal sudah terlihat dan tidak lagi tergenang air. Kendati demikian, masyarakat dan pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati jika ingin melintasi jalur tersebut," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip Senin (3/11/2025).



Abdul Muhari yang akrab disapa Aam sapaan menyebut kolam retensi Terboyo sebagai penampung pembuangan air juga mengalami penurunan tinggi muka air hingga 65 cm, setelah lebih dari lima hari dilakukan pompanisasi.

BBWS dan BNPB telah mengoperasikan pompa dan pelebaran jalur keluar air di outlet kolam retensi Terboyo menuju Laut Jawa, dengan pengawasan yang ketat demi memastikan pompanisasi dapat berjalan optimal.

Sementara di wilayah permukiman, titik genangan masih terpantau di 13 kelurahan dalam lingkup Kecamatan Genuk, dengan elevasi air lebih rendah dari kolam retensi Terboyo Wetan yang berada di rumah pompa air Sringin dan mesin pompa di Terboyo Wetan.

Baca juga: Daftar 4 Perjalanan Kereta Dibatalkan Imbas Banjir Semarang

Aam menilai tren penurunan tinggi muka air di Semarang Raya juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Beberapa hari terakhir, intensitas curah hujan juga mengalami penurunan hingga 70 persen setelah dilakukan operasi modifikasi cuaca.

"Hari ini, Minggu (2/11), pelaksanaan OMC telah memasuki hari kedelapan. Bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) telah ditaburkan untuk mengurai pembentukan awan hujan dan menurunkan hujan di wilayah hulu sungai menuju penampungan air seperti waduk atau embung, termasuk sungai dengan batas elevasi yang aman. Sehingga, penanganan satgas pompanisasi dan penguatan tanggul wilayah Kota Semarang dapat dimaksimalkan," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan dan rekapitulasi peningkatan curah hujan tahunan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Semarang Raya akan mengalami peningkatan intensitas hujan setiap bulan Januari dan Februari. Sedangkan bulan November dan Desember, curah hujan masih dalam kategori aman.

Kendati demikian, dia tetap mengimbau kepada warga agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai atau aliran air, menambah ruang resapan air, normalisasi selokan permukiman dan selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait.

"Kepada pemerintah daerah setempat, kami meminta agar upaya mitigasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dapat lebih ditingkatkan. Banjir di Semarang Raya tidak hanya tentang genangan air saja. Ada banyak permasalahan mulai dari tata ruang, perencanaan pembangunan hingga koordinasi penanganan bencana yang belum terkoordinasi dengan baik, sebagai penyebab banjir Kota Semarang sulit dikendalikan," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved