DPR dan DPD RI Soroti Sidak Gubernur Jabar ke Pabrik Air Mineral di Subang
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 11:16 WIB
Dia menilai KDM sudah melecehkan lembaga negara yang sudah memberikan izin bagi perusahaan tersebut dalam menjalankan usahanya. “Perizinan itu kan banyak melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga lain. Itu artinya, KDM telah melecehkan atau menganggap institusi lain itu tidak bekerja dengan baik,” katanya.
Menurut dia, perusahaan air mineral tersebut sudah beritikad baik selama ini dalam membantu ekonomi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Kehadirannya banyak membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Termasuk ke penjual-penjual yang ada di pinggir jalan yang mendapatkan kehidupan dari menjual air minum kemasan itu. “Dari 67 juta UMKM di Indonesia, 70% nya itu jualan air kemasan, Bayangkan berapa ekonomi yang ditumbuhkan,” ungkapnya.
Selain memberikan kontribusi bagi perekonomian di Jawa Barat, perusahaan tersebut juga menyerap tenaga kerja di Jawa Barat. “Seharusnya ini adalah aset yang bagus bagi Jawa Barat. Masak KDM mau mematikan dan menghancurkannya,” tandasnya.
Baca juga: Kisah Prajurit Marinir Selamat dari Maut usai Ditolong Hantu Laut saat Terombang-ambing selama 3 Hari
Dia mengungkap saat ini rakyat Jawa Barat sedang menuntut hak mereka mendapatkan jaringan pipa air minum. Saat ini, jaringan pipa air minum di Jawa Barat baru 25%. Padahal daerah itu memiliki banyak air sungai seperti Sungai Citarum.
“Jadi, sumber air minum yang dari PDAM di Jawa Barat itu seharusnya nyampe 100% ke seluruh masyarakatnya. Tapi, karena ketidakmampuan Pemprov Jawa Barat untuk menyalurkan pipa-pipa air minumnya ke masyarakat akibatnya rakyat Jawa Barat harus minum dari air kemasan. Jadi, tidak boleh disalahkan masyarakatnya,” ungkapnya.
Menurut dia, perusahaan air mineral tersebut sudah beritikad baik selama ini dalam membantu ekonomi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Kehadirannya banyak membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Termasuk ke penjual-penjual yang ada di pinggir jalan yang mendapatkan kehidupan dari menjual air minum kemasan itu. “Dari 67 juta UMKM di Indonesia, 70% nya itu jualan air kemasan, Bayangkan berapa ekonomi yang ditumbuhkan,” ungkapnya.
Selain memberikan kontribusi bagi perekonomian di Jawa Barat, perusahaan tersebut juga menyerap tenaga kerja di Jawa Barat. “Seharusnya ini adalah aset yang bagus bagi Jawa Barat. Masak KDM mau mematikan dan menghancurkannya,” tandasnya.
Baca juga: Kisah Prajurit Marinir Selamat dari Maut usai Ditolong Hantu Laut saat Terombang-ambing selama 3 Hari
Dia mengungkap saat ini rakyat Jawa Barat sedang menuntut hak mereka mendapatkan jaringan pipa air minum. Saat ini, jaringan pipa air minum di Jawa Barat baru 25%. Padahal daerah itu memiliki banyak air sungai seperti Sungai Citarum.
“Jadi, sumber air minum yang dari PDAM di Jawa Barat itu seharusnya nyampe 100% ke seluruh masyarakatnya. Tapi, karena ketidakmampuan Pemprov Jawa Barat untuk menyalurkan pipa-pipa air minumnya ke masyarakat akibatnya rakyat Jawa Barat harus minum dari air kemasan. Jadi, tidak boleh disalahkan masyarakatnya,” ungkapnya.
Lihat Juga :