Kandidat Harus Patuhi Protokol Kesehatan, Ridwan : Segera Tandatangani Pakta Integritas

Senin, 14 September 2020 - 07:29 WIB
Selain itu semakin menggencarkan upaya tracing hingga testing kepada kontak erat atau orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19 . Untuk posisi testing di Sulsel, pun belum memenuhi standar atau berada di angka 0,86/1.000 penduduk. Sementara standar WHO mempersyaratkan 1/1.000 penduduk per minggu. Baca Juga : Klaster Baru COVID-19 di Pilkada Dinilai Berpotensi Terjadi

"Salah satu upaya terkendalinya COVID-19 adalah menaikkan testing. Karena COVID ini berakhir dan berawal kalau dengan gencar melakukan testing. Jadi itu sebenarnya kata kuncinya," tegas Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Langkah testing secara masif ini juga sudah dilakukan dengan pengambilan sampel terhadap pegawai ASN lingkup Pemkot Makassar. Dengan menurunkan mobile PCR milik Pemprov Sulsel di beberapa kecamatan. Ini juga sekaligus upaya mencegah adanya klaster perkantoran.

"Untuk langkah berikutnya lagi meningkatkan testing lagi kepada seluruh ASN pada level provinsi. Ini untuk menurunkan angka positivity rate. Jadi sasarannya adalah meningkatkan testing dan itu sebagai upaya target nasional dan target WHO sendiri bagaimana meningkatkan testing," ucap Ridwan.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin menambahkan, kebijakan pembatasan perjalanan warga bukan tidak mungkin akan kembali diberlakukan sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 . Khususnya perjalanan warga keluar masuk Kota Makassar sebagai episentrum utama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!