Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Angka Stunting di Wonosobo

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:46 WIB
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, Tono Prihatono menegaskan bahwa penurunan stunting tidak hanya diukur dari angka statistik. Tetapi juga harus memahami faktor kesehatan, pola asuh keluarga, dan budaya masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan ekonomi. Ada keluarga yang secara finansial mampu tetapi tetap memiliki anak stunting karena rendahnya literasi gizi dan pola pengasuhan. Pemetaan masalah yang detail sangat penting agar intervensi tepat sasaran,” tegasnya.

Sekretaris Dinas KB Kabupaten Wonosobo, Aryati Prabandari menegaskan keberhasilan percepatan penurunan stunting adalah hasil kerja sama lintas sektor yang solid.

“Awalnya, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) digerakkan oleh Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas KB. Prinsip TPPS adalah kita, bukan aku, bukan kamu. Prinsip ini membuat seluruh perangkat daerah bergerak bersama tanpa lempar tanggung jawab,” ujarnya.

Pemkab Wonosobo juga menghadirkan inovasi lokal, salah satunya Puspaga dengan program Tungkup Ceting (Tunda Sampai Cukup untuk Mencegah Stunting), yang berhasil menekan angka pernikahan usia anak dari lebih 2.000 kasus pada 2019 menjadi 42 kasus hingga Maret 2025.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!